Categories: BeritaHeadline

Musim Haji, Annur Kaltara Arafah Ingatkan Jemaah Selektif Pilih Paket Haji Furoda

NUNUKAN – Paket haji plus atau Haji Furoda dengan biaya murah kerap kali membuat sejumlah jemaah tergiur dan terjebak. Sehingga kasus gagal naik haji kerap terjadi, seperti halnya yang dialami beberapa jemaah asal Nunukan pada 2023 dan 2024 lalu yang harus menelan pil pahit di Arab Saudi.

Komisaris PT Annur Arafah Kaltara, H Nur Rahmat mengatakan sejumlah jemaah harus gagal berangkat lantaran telah tergiur dengan agen yang menawarkan perjalanan haji furoda, sedangkan visa yang mereka gunakan sebagian besar merupakan visa amil atau visa pekerja.

“Ini yang kita himbau agar perjalanan haji di tahun ini, jemaah harus lebih berhati-hati lagi jangan mudah tergiur dengan tawaran yang murah,” ujar Rahmat kepada narapedia.id, Senin (14/4/2025).

Rahmat mengatakan, dalam perjalanan ibadah haji Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui dua jenis visa yakni, visa haji kouta Indonesia dan visa haji mujamalah atau haji furoda yakni undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.

Hal tersebut sebagaimana telah tertuang di dalam dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Sudah jelas di dalam aturan tersebut yakni pada pasal 18 dijelaskan bahwa visa haji Indonesia hanya terdiri atas visa haji kuota Indonesia dan visa haji mujamalah atau undangan Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah kasus yang harus dialami oleh sejumlah jemaah yang keberangkatannya naik haji harus digagalkan lantaran tergiur dengan akal-akalan sejumlah agen nakal dengan embel-embel penawaran perjalanan umrah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan ibadah haji.

Ia menyampaikan, jika sejumlah agen menawarkan perjalanan haji dengan biaya haji di bawah Rp300 juta maka itu bisa dipastikan palsu, hal ini lantaran untuk biaya haji furoda normalnya Rp350 bahkan hingga Rp500 juta.

Sehingga, Rahmat berpesan kepada masyarakat jika menerima tawaran seharga di bawah Rp300 juta dengan menawarkan paket umrah terlebih dahulu, maka bisa dipastikan agen tersebut menggunakan visa amil atau pekerja.

“Sebenarnya visa amil ini memang bisa digunakan untuk umrah, tapi dalam modus yang biasa digunakan sejumlah oknum agen perjalanan haji nakal, jemaah akan dinaikkan umrah kemudian kembali ke tanah air dan akan kembali diberangkatkan saat musim haji tiba,” ungkapnya.

Akan tetapi, saat keberangkatannya nanti hanya sampai di Riyadh, sedangkan sejumlah jemaah tersebut tidak akan dibenarkan melaksanakan ibadah haji di Arafah.

“Padahal sahnya jemaah ini menjalankan ibadah haji itu kan di Arafah, sedangkan nantinya di sana petugas yang menjaga akan menolak jemaah yang hendak masuk dengan menggunakan visa Amil tersebut, karena visa tersebut untuk pekerja bukan untuk jemaah haji,” pungkas Rahmat. (adm)

 

narapediaofficial@gmail.com

Share
Published by
narapediaofficial@gmail.com

Recent Posts

Selesaikan Dampak Batas Negara, Deputi I BNPP dan Dir Penilaian Kekayaan Negara Kemenkeu Kunjungi Sebatik

NUNUKAN – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengambil peran…

3 minggu ago

Tingkatkan Layanan Bongkar Muat, Pelindo Regional 4 Nunukan Tambah Head Truk 40 Feet

NUNUKAN – Pelindo Regional 4 Nunukan terus melakukan peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya pada kegiatan bongkar…

1 bulan ago

Peringati Hakordia, BPJS Ketenagakerjaan Nunukan Perkuat Budaya Antikorupsi

NUNUKAN – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan menggelar kegiatan…

1 bulan ago

Pemkab Nunukan Siapkan Langkah Sosial-Ekonomi Pasca Perubahan Batas Negara di Pulau Sebatik

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mulai menyiapkan langkah strategis dalam menindaklanjuti dampak perubahan batas…

2 bulan ago

Perubahan Wilayah RI – Malaysia, BPPD Identifikasi Penanganan Dampak Sosial, Ekonomi dan Keamanan di Sebatik

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) secara langsung melakukan…

2 bulan ago

BPPD Nunukan Benahi Lingkungan Kerja dan Perkuat SDM Dukung 17 Program Energi Baru

NUNUKAN – Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan terus melakukan pembenahan internal sebagai langkah…

2 bulan ago