Categories: Headline

Selesaikan Dampak Batas Negara, Deputi I BNPP dan Dir Penilaian Kekayaan Negara Kemenkeu Kunjungi Sebatik

NUNUKAN – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengambil peran sentral dalam percepatan penanganan dampak penegasan batas negara Indonesia–Malaysia di Pulau Sebatik. Di tengah kompleksitas persoalan hukum dan potensi gejolak sosial, BPPD Nunukan bergerak cepat memastikan kepastian bagi masyarakat terdampak.

Robby menegaskan, sejak awal Bupati Nunukan H Irwan Sabri meminta agar persoalan dampak penegasan batas negara tidak menunggu terlalu lama arah kebijakan Pemerintah Pusat.

 

Secara tegas, Bupati Nunukan meminta kepada BPPD untuk langsung melakukan pendataan lahan, koordinasi lintas sektor, serta pengamanan wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat tetap terkendali.

“Karena penegasan batas negara ini bukan sekadar persoalan garis wilayah, tetapi menyangkut nasib dan hak masyarakat. Karena itu, Bupati berharap daerah harus hadir sejak awal untuk mencegah kekosongan kebijakan di lapangan,” tegas Robby.

Ia menyebutkan, salah satu fokus utama BPPD Nunukan adalah penyelesaian persoalan ganti untung lahan masyarakat yang terdampak perubahan status wilayah. Menurutnya, kepastian hukum menjadi kunci agar masyarakat tidak dirugikan dan konflik sosial dapat dihindari.

Langkah cepat BPPD tersebut selaras dengan kebijakan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI yang tengah menyusun regulasi penanganan dampak penegasan batas negara.

BNPP RI menegaskan bahwa lahan yang masuk wilayah Indonesia otomatis menjadi kekayaan negara dan harus memiliki landasan hukum yang jelas.

Namun di tingkat daerah, Robby menilai kehadiran pemerintah tidak boleh sebatas wacana regulasi. Oleh karena itu, BPPD Nunukan terus melakukan sosialisasi, pengamanan, serta pembatasan aktivitas di kawasan terdampak guna meredam potensi konflik.

“Kami ingin masyarakat tenang. Proses regulasi berjalan, sementara daerah memastikan situasi tetap kondusif dan tidak ada aktivitas yang memicu persoalan baru,” jelasnya.

Robby juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek keamanan dan pembangunan ekonomi. Pulau Sebatik, kata dia, tidak hanya wilayah perbatasan, tetapi juga calon pusat pertumbuhan ekonomi dan kota masa depan di Kabupaten Nunukan.

“Tugas kami bukan hanya menjaga batas, tetapi memastikan perbatasan tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, penanganan dampak batas negara harus sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, BPPD Nunukan menyiapkan penyusunan master plan pengelolaan kawasan perbatasan Pulau Sebatik pada 2026, termasuk penataan ruang, pengamanan wilayah, dan penguatan ekonomi perbatasan. Pemda juga siap mendukung penuh proses penilaian lahan dan kebijakan ganti untung yang tengah disiapkan Pemerintah Pusat.

Dengan langkah cepat dan pendekatan tegas di lapangan, Robby memastikan Pemkab Nunukan berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas, kepastian hukum, dan masa depan masyarakat perbatasan di Pulau Sebatik. (Adm)

narapediaofficial@gmail.com

Share
Published by
narapediaofficial@gmail.com

Recent Posts

Tingkatkan Layanan Bongkar Muat, Pelindo Regional 4 Nunukan Tambah Head Truk 40 Feet

NUNUKAN – Pelindo Regional 4 Nunukan terus melakukan peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya pada kegiatan bongkar…

1 bulan ago

Peringati Hakordia, BPJS Ketenagakerjaan Nunukan Perkuat Budaya Antikorupsi

NUNUKAN – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan menggelar kegiatan…

1 bulan ago

Pemkab Nunukan Siapkan Langkah Sosial-Ekonomi Pasca Perubahan Batas Negara di Pulau Sebatik

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mulai menyiapkan langkah strategis dalam menindaklanjuti dampak perubahan batas…

2 bulan ago

Perubahan Wilayah RI – Malaysia, BPPD Identifikasi Penanganan Dampak Sosial, Ekonomi dan Keamanan di Sebatik

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) secara langsung melakukan…

2 bulan ago

BPPD Nunukan Benahi Lingkungan Kerja dan Perkuat SDM Dukung 17 Program Energi Baru

NUNUKAN – Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan terus melakukan pembenahan internal sebagai langkah…

2 bulan ago

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan, Pelindo Implementasikan Aplikasi TOS di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN – Peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan di wilayah perbatasan kembali diwujudkan melalui penerapan aplikasi Terminal…

2 bulan ago