15 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Nunukan 2026, dari Operator Alat Berat hingga Tenaga Pendidik

oleh -34 views
Assisten 1 Setda Nunukan H Muh Amin saat menghadiri Job Fair Nunukan 2026 (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Nunukan terbuka melalui Job Fair 2026 yang menghadirkan 15 perusahaan dan lembaga di Paras Perbatasan, Selasa (13/10/2026). Beragam posisi ditawarkan, mulai dari operator alat berat, tenaga perkebunan, tenaga kesehatan, perbankan, hingga tenaga pendidik.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan tersebut resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Nunukan, H. Muhammad Amin, mewakili Bupati Nunukan.

Mengusung tema “Wujudkan Masa Depan, Temukan Pekerjaan Impian”, bursa kerja ini melibatkan perusahaan swasta, lembaga keuangan, instansi pemerintah, hingga lembaga pelatihan kerja. Kehadiran para penyedia lapangan kerja diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Sejumlah posisi yang paling beragam berasal dari sektor pertambangan, perkebunan, dan industri. PT Mandala Karya Prima, misalnya, membuka lowongan untuk posisi mining supervisor, production officer, mining foreman, road maintenance foreman, general project foreman, operator excavator, pengemudi dump truck berkapasitas 100 ton, operator grader, operator bulldozer, hingga tenaga teknis dan pendukung lainnya.

Peluang di sektor perkebunan juga tersedia melalui PT SIL SIP dan PT Nunukan Bara Sukses. Posisi yang ditawarkan meliputi tenaga panen, kerani panen, operator excavator, mandor, surveyor, guru, apoteker, tenaga lingkungan, tenaga pengelasan, hingga operator alat berat.

Sementara itu, PT FAP Agri Tbk membuka kebutuhan tenaga operator excavator, road grader, compactor, dan backhoe loader. PT Adindo Hutan Lestari menawarkan posisi HR hospitality officer, asisten water management, asisten mechanical soil preparation, serta mandor operasional. Adapun PT Nunukan Jaya Lestari membuka kesempatan bagi tenaga perawat dan petugas keamanan.

Peluang kerja di bidang perbankan dan pembiayaan turut meramaikan kegiatan tersebut. BRI Cabang Nunukan membuka posisi frontliner atau teller serta peserta program BTILLIAN Banking Associate Program (BBAP). FIF Group Tarakan menawarkan posisi collection field, marketing credit executive, dan sales force. Dealer Nusantara Sakti serta NSC Finance juga membuka lowongan tenaga pemasaran dan koordinator agen.

Bagi pencari kerja yang memiliki keterampilan di bidang kreatif dan jasa, tersedia kesempatan melalui Ramita Batik untuk pekerjaan mencanting dan mencetak. H22 Auto membuka kebutuhan desainer grafis yang menguasai CorelDRAW, pemasang stiker, mekanik mobil, dan tenaga pengelasan. LPK Robby Perbatasan juga mencari tenaga administrasi serta instruktur konstruksi, barista, dan housekeeping.

Kesempatan bekerja di luar negeri turut diperkenalkan melalui BP3MI Kalimantan Utara dan P3MI Musafir Kelana. Keduanya menawarkan informasi dan peluang penempatan sebagai pekerja migran, termasuk untuk sektor perkebunan.

Selain perusahaan dan lembaga tersebut, kegiatan ini juga melibatkan BPJS Ketenagakerjaan. Rincian posisi dan persyaratan masing-masing lowongan dapat dilihat melalui kode batang yang disediakan oleh penyelenggara.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Muhammad Amin, pemerintah daerah menilai Job Fair bukan sekadar agenda seremonial peringatan hari jadi daerah, melainkan bagian dari upaya menyiapkan masa depan masyarakat melalui pembukaan akses pekerjaan.

“Jika HUT adalah momentum untuk mengevaluasi masa lalu, maka Job Fair adalah momentum untuk menyiapkan masa depan. Sangat tepat, di usia ke-27 yang matang ini, kita tidak hanya merayakan dengan pesta, tetapi merayakan dengan karya nyata untuk rakyat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Bupati juga menyoroti tantangan daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan agar generasi muda Nunukan tidak harus mencari penghidupan hingga ke luar daerah maupun menyeberang perbatasan karena terbatasnya kesempatan kerja di kampung halaman.

Menurutnya, pemerintah daerah turut menyiapkan pelatihan singkat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) bagi warga Nunukan sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan keterampilan pencari kerja.

“Job Fair ini adalah jawaban kita. Khusus untuk warga Nunukan, kita siapkan pelatihan singkat siap kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Ini adalah wujud dari semangat Nunukan Maju, Berdaya Saing. Maju infrastrukturnya, berdaya saing SDM-nya,” tegasnya.

Kepada para pencari kerja, Bupati berpesan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia dengan aktif mencari informasi dan mengajukan lamaran sesuai kualifikasi masing-masing.

“Datang, tanyakan, lamar, dan buktikan bahwa SDM Nunukan mampu bersaing,” pesannya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengajak para investor dan perusahaan untuk memperluas kegiatan usaha di Nunukan serta memberikan prioritas kesempatan kerja kepada tenaga lokal. Bupati menegaskan, posisi Nunukan sebagai gerbang ekonomi Kalimantan Utara dan pintu masuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dari wilayah utara memiliki potensi yang perlu dikembangkan.

“Berinvestasilah di Nunukan, dan rekrutlah tenaga kerja lokal Nunukan. Kita jamin kemudahan berusaha, asalkan kesejahteraan pekerja lokal menjadi prioritas,” ungkapnya.

Harapan agar kesempatan kerja semakin luas juga disampaikan salah seorang pencari kerja, Nurani Maharani. Lulusan Sarjana Pendidikan Universitas Mulawarman tersebut mengaku mengikuti Job Fair untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, khususnya di bidang pendidikan dan administrasi.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Nunukan yang menghadirkan perusahaan dan lembaga penyedia lapangan kerja dalam satu kegiatan. Namun, ia berharap kesempatan serupa dapat terus diperluas pada masa mendatang.

“Saya berharap ke depannya pemerintah daerah bisa lebih banyak lagi membuka lowongan pekerjaan di perusahaan atau instansi yang ada di Kabupaten Nunukan. Sehingga kami putra dan putri daerah dapat mendapatkan pekerjaan yang lebih layak,” ujarnya.

Dalam rangkaian pembukaan Job Fair tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan sertifikat kepada perusahaan dan instansi yang berpartisipasi membuka lowongan pekerjaan. Selain itu, dilakukan penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada penerima manfaat dari kalangan pekerja rentan.

Melalui Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap terbuka lebih banyak akses pekerjaan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Tantangannya bukan hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan dan kesempatan untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi di daerahnya sendiri. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.