144 WNI Deportan dari Malaysia Tiba di Nunukan

oleh -68 views

NUNUKAN – Sebanyak 144 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Kabupaten Nunukan melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka, Kamis (20/8/2026).

Ratusan WNI tersebut tiba sekitar pukul 16.00 WITA dari Tawau, Sabah, Malaysia, menggunakan dua kapal reguler, yakni KM Labuan dan MV Bahagia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIB TPI Nunukan, Adrian Soetrisno, mengatakan seluruh WNI menjalani pemeriksaan keimigrasian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP melalui wawancara singkat dan pemeriksaan pada sistem perlintasan,” ujar Adrian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, 144 WNI tersebut terdiri atas 107 laki-laki, 25 perempuan, lima anak laki-laki, dan tujuh anak perempuan.

Sebanyak 66 WNI tiba menggunakan MV Bahagia. Rinciannya, 50 laki-laki dan 11 perempuan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), sedangkan lima laki-laki menggunakan paspor.

Sementara itu, 78 WNI lainnya tiba menggunakan KM Labuan. Mereka terdiri atas 51 laki-laki dan 21 perempuan pemegang SPLP serta enam laki-laki pemegang paspor.

Setibanya di TPI Tunon Taka, seluruh WNI menjalani pemeriksaan keimigrasian, termasuk wawancara singkat dan pemeriksaan melalui sistem perlintasan. Proses tersebut didampingi pihak Konsulat Republik Indonesia di Tawau untuk memastikan pemulangan berjalan tertib.

Selain Imigrasi, proses penanganan juga melibatkan Karantina Kesehatan, Bea Cukai, TNI, Polri, BP3MI, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Adrian mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pemulangan WNI berjalan aman dan lancar.

“Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar seluruh proses pemeriksaan dan penanganan WNI dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Rangkaian pemeriksaan selesai sekitar pukul 17.30 WITA. Seluruh proses berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Pemulangan melalui TPI Tunon Taka menjadi salah satu jalur resmi dalam penanganan WNI yang dipulangkan dari Malaysia, khususnya dari wilayah Sabah, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.