NUNUKAN – Banjir tidak hanya melanda wilayah Dataran Tinggi Krayan, tetapi juga merendam sejumlah kecamatan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir serta banjir kiriman dari Malaysia yang terbawa aliran Sungai Pansiangan (Labang) menjadi pemicu utama meluapnya air sungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Yunus Randa Layuk, menjelaskan bahwa banjir menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Lumbis, Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, dan Sembakung Atulai.
“Banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi serta banjir kiriman dari negara tetangga yang terbawa aliran Sungai Pansiangan,” ujar Yunus.
Selain wilayah Lumbis dan sekitarnya, genangan juga terjadi di Kecamatan Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, hingga Sebuku. Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan dilaporkan meluap, sehingga merendam permukiman warga serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Yunus, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Sembakung Atulai dengan ketinggian air mencapai sekitar sembilan meter. Sejumlah desa terdampak cukup signifikan, termasuk fasilitas umum dan pasar yang ikut terendam. Bahkan, dari laporan warga, dermaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lumbis Pansiangan turut terdampak banjir.
“Dari video yang dikirimkan warga, terlihat dermaga PLBN Labang juga ikut terendam. Saat ini BPBD Pos Lumbis tengah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa untuk melakukan pendataan serta langkah penanganan,” jelasnya.
Banjir juga membawa material kayu dan lumpur yang memperparah kondisi di lapangan. Di Kecamatan Lumbis Hulu, beberapa tiang listrik milik PLN dilaporkan roboh akibat derasnya arus dan tingginya genangan air.
Aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah kecamatan terpaksa terganggu karena genangan air yang belum surut.
Yunus menegaskan, BPBD bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan serta membantu evakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman. Tenda dan peralatan darurat juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pengungsi.
Petugas turut memantau ketinggian muka air sungai melalui tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, serta di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
“Kami bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi jika diperlukan, serta pendataan cepat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan,” tegas Yunus.
Ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pos terdekat apabila membutuhkan bantuan evakuasi maupun logistik.
Pendataan jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan masih terus dilakukan. BPBD memastikan seluruh personel tetap bersiaga untuk merespons perkembangan situasi banjir di wilayah terdampak.
Banjir tidak hanya melanda wilayah Dataran Tinggi Krayan, tetapi juga merendam sejumlah kecamatan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir serta banjir kiriman dari Malaysia yang terbawa aliran Sungai Pansiangan (Labang) menjadi pemicu utama meluapnya air sungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Yunus Randa Layuk, menjelaskan bahwa banjir menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Lumbis, Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, dan Sembakung Atulai.
“Banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi serta banjir kiriman dari negara tetangga yang terbawa aliran Sungai Pansiangan,” ujar Yunus.
Selain wilayah Lumbis dan sekitarnya, genangan juga terjadi di Kecamatan Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, hingga Sebuku. Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan dilaporkan meluap, sehingga merendam permukiman warga serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Yunus, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Sembakung Atulai dengan ketinggian air mencapai sekitar sembilan meter. Sejumlah desa terdampak cukup signifikan, termasuk fasilitas umum dan pasar yang ikut terendam. Bahkan, dari laporan warga, dermaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lumbis Pansiangan turut terdampak banjir.
“Dari video yang dikirimkan warga, terlihat dermaga PLBN Labang juga ikut terendam. Saat ini BPBD Pos Lumbis tengah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa untuk melakukan pendataan serta langkah penanganan,” jelasnya.
Banjir juga membawa material kayu dan lumpur yang memperparah kondisi di lapangan. Di Kecamatan Lumbis Hulu, beberapa tiang listrik milik PLN dilaporkan roboh akibat derasnya arus dan tingginya genangan air.
Aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah kecamatan terpaksa terganggu karena genangan air yang belum surut.
Yunus menegaskan, BPBD bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan serta membantu evakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman. Tenda dan peralatan darurat juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pengungsi.
Petugas turut memantau ketinggian muka air sungai melalui tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, serta di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
“Kami bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi jika diperlukan, serta pendataan cepat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan,” tegas Yunus.
Ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pos terdekat apabila membutuhkan bantuan evakuasi maupun logistik.
Pendataan jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan masih terus dilakukan. BPBD memastikan seluruh personel tetap bersiaga untuk merespons perkembangan situasi banjir di wilayah terdampak.









