NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 sebagai bagian dari penyusunan RKPD Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Lantai V Kantor Bupati Nunukan dan dibuka langsung oleh Bupati Nunukan, H Irwan Sabri.
Forum perencanaan tahunan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nunukan Hermanus, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kepala perangkat daerah, camat, akademisi, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha.
Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang berfungsi menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah.
“Melalui Musrenbang ini, kita memastikan bahwa perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan kebijakan nasional, provinsi, dan daerah,” ujarnya.
Untuk tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Nunukan mengusung tema pembangunan “Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif.” Tema tersebut menjadi arah kebijakan dalam merancang program pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tema besar itu kemudian dijabarkan ke dalam enam fokus utama pembangunan, yakni peningkatan infrastruktur layanan dasar, pembangunan infrastruktur ekonomi, penguatan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, optimalisasi tata kelola pemerintahan, peningkatan perlindungan sosial dan budaya, serta penguatan daya saing generasi muda.
Bupati juga mengungkapkan bahwa hasil Musrenbang di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan telah menghasilkan ribuan usulan masyarakat yang mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam mengakomodasi seluruh usulan tersebut.
“Oleh karena itu, perangkat daerah harus mampu menyusun skala prioritas program yang sejalan dengan tema pembangunan serta mencari alternatif pembiayaan dari pemerintah pusat maupun provinsi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk dampak konflik internasional. Ia menilai, pemerintah daerah dituntut untuk adaptif dan responsif dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Pemerintah daerah harus mampu menghadirkan program yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan. (Adv)








