Dari Keterbatasan Menuju Prestasi, Sari Art Project Gelar Pentas Seni Penuh Makna

oleh -5 views

NUNUKAN – Sanggar Tari Sari Art Project menggelar Pentas Seni dalam rangka ujian kenaikan tingkat kelas pemula tari tradisional. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan mereka dalam bidang seni tari.

Pentas seni yang berlangsung sederhana dan meriah itu dihadiri para orang tua penari, tamu undangan, serta sejumlah pemerhati seni dan budaya. Berbagai penampilan tari tradisional yang dibawakan peserta mendapat apresiasi dari para penonton yang memenuhi Taman Baca, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Nunukan, Sabtu (6/6/2026).

Founder Sanggar Tari Sari Art Project, Sarnaeni, mengatakan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari komitmen dan dukungan kuat para orang tua peserta didik yang selama ini terus mendampingi proses pembinaan anak-anak mereka.

Menurutnya, pentas seni sekaligus ujian kenaikan tingkat tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan Sari Art Project yang telah berkembang hingga saat ini, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan fasilitas.

“Pentas seni ini dapat terlaksana karena adanya komitmen yang kuat dari para orang tua penari. Kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur kami karena Sari Art Project mampu melangkah sejauh ini dengan berbagai capaian yang diraih, meskipun prosesnya tidak mudah dan penuh perjuangan di tengah keterbatasan fasilitas yang kami miliki,” ujar Sarnaeni.

Ia menjelaskan, sejak berdiri hingga saat ini, Sari Art Project terus berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai seni tari tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Berkat dukungan berbagai pihak, sanggar tersebut kini mampu membina peserta didik dari berbagai jenjang usia, mulai dari anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni tari.

“Alhamdulillah, dengan dukungan semua pihak, kami dapat terus melakukan pembinaan kepada anak-anak mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H Surai, memberikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi yang ditunjukkan Sari Art Project dalam mengembangkan seni tari tradisional di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, keberadaan sanggar seni memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat dan arus modernisasi yang tidak dapat dihindari.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Founder Sari Art Project beserta seluruh tim yang selama ini telah berkomitmen membina generasi muda melalui seni tari. Secara tidak langsung, mereka telah membantu pemerintah daerah dalam upaya melestarikan kesenian dan budaya Kabupaten Nunukan,” ujar Surai.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan, pengembangan bakat, sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Pentas Seni Ujian Kenaikan Tingkat Kelas Pemula Tari Tradisional tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan peserta didik, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat terus tumbuh melalui kolaborasi antara sanggar seni, orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan itu, Sari Art Project kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan seni, tetapi juga kecintaan terhadap budaya bangsa sebagai warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.