Dies Natalis ke-6 Politeknik Negeri Nunukan, Pemkab Dorong Lulusan Vokasi Siap Kerja

oleh -13 views
Bupati Nunukan H Irwan Sabri saat menghadiri Dies Natalies PNN (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Penguatan pendidikan vokasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mampu bersaing di tengah kebutuhan dunia kerja, khususnya di kawasan perbatasan. Pemerintah Kabupaten Nunukan pun mendorong Politeknik Negeri Nunukan (PNN) untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas keterhubungan dengan dunia industri.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, dalam peringatan Dies Natalis ke-6 PNN yang dirangkaikan dengan peluncuran maskot resmi kampus, Jumat (8/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Irwan menegaskan bahwa kehadiran PNN memiliki arti penting bagi pembangunan daerah. Perguruan tinggi vokasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Nunukan, tanpa harus meninggalkan daerah demi memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang perkuliahan. Mahasiswa juga harus dibekali keterampilan praktis, kompetensi profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri.

Keberadaan PNN di wilayah perbatasan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM. Karena itu, pengembangannya membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak kampus, dan dunia usaha maupun industri.

Irwan menyebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen memperkuat kemitraan dengan PNN, terutama dalam mendorong pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah.

Sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain penyusunan kurikulum berbasis potensi lokal, penyediaan program magang mahasiswa di organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pembukaan peluang penyerapan lulusan sesuai kompetensi yang dimiliki.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperpendek kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, lulusan PNN tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan dan kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pada rangkaian peringatan Dies Natalis kali ini, PNN juga memperkenalkan maskot resmi sebagai identitas dan simbol kebanggaan institusi. Peluncuran maskot tersebut diharapkan merepresentasikan kearifan lokal masyarakat perbatasan, semangat inovasi, serta karakter mahasiswa yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan.

Pemkab Nunukan berharap bertambahnya usia PNN menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kelembagaan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperluas kerja sama dengan berbagai sektor.

Ke depan, PNN diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu pusat pendidikan vokasi unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Kehadirannya tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan daya saing masyarakat Nunukan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.