Iraw Tidung Borneo Bersatu IV 2026 Resmi Ditutup, Persaudaraan dan Pelestarian Budaya Jadi Pesan Utama

oleh -45 views
Pj Sekda Nunukan H Raden Iwan Kurniawan saat menutup Iraw Tidung Borneo Bersatu (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Rangkaian kegiatan Iraw Tidung Borneo Bersatu IV Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan kegiatan yang berlangsung di Baloy Adat Tidung, Desa Binusan, Senin (12/10/2026), dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Iwan menyampaikan bahwa berakhirnya perhelatan budaya tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi penanda selesainya sebuah kegiatan, tetapi juga meninggalkan nilai dan semangat yang dapat terus dijaga oleh masyarakat Tidung.

Menurutnya, semangat persaudaraan serta komitmen untuk melestarikan adat dan budaya merupakan warisan penting yang harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, serta masyarakat Tidung yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut. Keberhasilan penyelenggaraan Iraw Tidung Borneo Bersatu IV, kata dia, merupakan hasil dari kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan budaya tidak cukup hanya dengan menggelar perayaan setiap tahun. Pelestarian budaya membutuhkan kemauan untuk mengenal, mempraktikkan, dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi berikutnya.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga eksistensi budaya Tidung. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengambil bagian dalam pelestarian tradisi leluhur.

Pemerintah Kabupaten Nunukan juga berharap generasi muda Tidung dapat berkembang dalam bidang pendidikan, meraih kesuksesan dalam pekerjaan, serta mampu bersaing di berbagai bidang tanpa kehilangan kebanggaan terhadap identitas budayanya.

Selain pelestarian adat, pesan lain yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, perbedaan suku dan budaya bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, menghargai, dan membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

Menjelang akhir sambutan, Iwan turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Iraw Tidung Borneo Bersatu IV. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap berbagai kekurangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar penyelenggaraan Iraw pada tahun-tahun mendatang semakin baik.

“Yang sudah baik harus terus dilanjutkan, dan yang belum maksimal harus sama-sama diperbaiki dan disempurnakan. Semoga Iraw berikutnya semakin meriah, semakin banyak pesertanya, dan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya Iraw Tidung Borneo Bersatu IV Tahun 2026, diharapkan semangat persatuan, pelestarian budaya, dan persaudaraan masyarakat Tidung tidak berhenti bersama berakhirnya kegiatan, tetapi terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.