Jembatan Rurum Doo Dibangun, Buka Akses 17 Desa dan Permudah Mobilitas Pendidikan di Krayan Timur

oleh -4 views
Pembangunan jembatan utama di Kecamatan Krayan Timur (Foto: Camat Krayan Timur)

NUNUKAN – Pembangunan Jembatan Rurum Doo di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, mulai direalisasikan pada 2026. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat setempat karena jembatan ini merupakan akses penting yang menghubungkan 17 desa sekaligus menopang aktivitas ekonomi, transportasi, dan pendidikan warga.

Pembangunan jembatan tersebut direalisasikan melalui program rekonstruksi jalan Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp645 juta. Kegiatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan itu memiliki masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.

Realisasi pembangunan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan unsur legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Rian Antony, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan atas perhatian dan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.

Ia secara khusus mengapresiasi langkah pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nunukan yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Rurum Doo.

Menurut Rian, intervensi anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah kabupaten dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat, meskipun jembatan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang kemudian diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan. Itu menunjukkan kepedulian pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Krayan Timur, Marjuni. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nunukan, Wakil Bupati Nunukan, beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas terealisasinya pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.

Menurut Marjuni, keputusan mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan Jembatan Rurum Doo pada 2026 merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai penghubung antarkawasan, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Krayan Timur.

“Perlu dipahami bersama bahwa Jembatan Rurum Doo bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa, melainkan akses sehari-hari yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat di Krayan Timur. Lebih dari itu, jembatan ini merupakan jalur utama bagi anak-anak generasi penerus bangsa untuk menuntut ilmu,” ungkap Marjuni.

Ia menjelaskan, akses tersebut digunakan para pelajar dari SDN Long Umung dan SMPN Long Umung, termasuk anak-anak Long Umung yang melanjutkan pendidikan ke SMAN Krayan dan SMKN Krayan.

Karena itu, pembangunan jembatan ini memiliki arti penting bagi keberlangsungan pendidikan. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat menjamin keselamatan sekaligus memperlancar perjalanan para pelajar menuju sekolah.

Lebih jauh, Marjuni menilai pembangunan Jembatan Rurum Doo menjadi bukti kehadiran negara dalam menjawab persoalan masyarakat di wilayah perbatasan, terutama terkait keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan sulitnya transportasi.

Selama ini, tantangan geografis menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi mobilitas masyarakat Krayan Timur. Dengan dibangunnya jembatan tersebut, akses transportasi diharapkan semakin baik sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Marjuni juga mengakui bahwa realisasi pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang turut menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat pengambilan kebijakan.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Krayan Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah setia menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami di tingkat kebijakan, khususnya kepada anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang senantiasa berpihak pada pembangunan kawasan perbatasan,” tambahnya.

Dengan direalisasikannya pembangunan Jembatan Rurum Doo, masyarakat berharap konektivitas 17 desa di wilayah Long Umung semakin baik. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, jembatan ini diharapkan menjadi penopang pemerataan pembangunan, memperkuat aktivitas perekonomian, serta membuka akses pendidikan yang lebih aman dan lancar bagi generasi muda di Krayan Timur. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.