Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara Resmikan Empat Program Strategis di Lapas Nunukan

oleh -87 views

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan melalui berbagai inovasi. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Gerai UMKM Lapas Nunukan, Galeri LANUKA sebagai pusat produk karya warga binaan, Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas), serta kegiatan penebaran bibit ikan air tawar yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Yan Rusmanto, Rabu (14/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Nunukan tersebut turut didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, beserta jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Nunukan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Gerai UMKM Lapas Nunukan yang diharapkan menjadi sarana pemasaran berbagai produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Kehadiran gerai ini merupakan langkah nyata dalam memberikan nilai ekonomi terhadap hasil keterampilan warga binaan, sekaligus membuka peluang agar produk yang dihasilkan semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.

 

Selanjutnya, Kakanwil meresmikan Galeri LANUKA yang menjadi ruang khusus untuk menampilkan beragam kreativitas dan hasil karya warga binaan Lapas Nunukan, mulai dari produk kerajinan tangan, batik tulis Lulantatibu, hingga berbagai produk unggulan hasil program pembinaan kemandirian.

 

Galeri ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pameran, tetapi juga menjadi simbol bahwa keterbatasan ruang gerak bukanlah penghalang bagi warga binaan untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

 

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil turut meresmikan Pos Bapas sebagai bentuk penguatan pelayanan pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan fungsi pembimbingan kemasyarakatan. Kehadiran Pos Bapas di lingkungan Lapas Nunukan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, memperluas akses pelayanan, serta memberikan kemudahan dalam pemenuhan hak-hak warga binaan yang berkaitan dengan proses pembimbingan dan reintegrasi sosial.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penebaran bibit ikan air tawar sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus pengembangan pembinaan kemandirian berbasis perikanan.

 

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan praktis dalam bidang budidaya perikanan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, Yan Rusmanto, menekankan pentingnya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga binaan maupun masyarakat.

 

Peresmian berbagai fasilitas dan program tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat fungsi pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan, pemberdayaan, dan pembentukan sumber daya manusia yang produktif.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menyampaikan bahwa kehadiran Gerai UMKM, Galeri LANUKA, dan Pos Bapas, serta pengembangan budidaya ikan air tawar merupakan bagian dari upaya Lapas Nunukan dalam menghadirkan inovasi pembinaan dan pelayanan yang berorientasi pada kebermanfaatan.

 

“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan mampu memberikan dampak nyata. Warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Donny.

 

Lebih lanjut, Donny berharap dukungan dan penguatan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Lapas Nunukan untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi pembinaan yang dimiliki.

 

Melalui peresmian empat program tersebut, Lapas Nunukan semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan UMKM, pemberdayaan warga binaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta ketahanan pangan.

 

Langkah ini sekaligus menjadi implementasi semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat, dengan menjadikan Lapas bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan ruang pembinaan yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.