Libatkan 11.020 Peserta, Senam Lukiwol Nunukan Pecahkan Rekor MURI

oleh -53 views
Senam Lukiwol berhasil meraih MURI dengan jumlah peserta terbanyak yang diterima langsung Bupati Nunukan (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Sebanyak 11.020 peserta memadati Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Kabupaten Nunukan, Minggu (11/10/2026), untuk mengikuti Senam Lukiwol dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan. Kegiatan berskala besar tersebut berhasil mencatatkan prestasi melalui pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pencapaian ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memperkenalkan Lukiwol sebagai salah satu kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, dan disaksikan Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Nunukan Hj. Andi Maryati, anggota DPRD, Ketua TP PKK Nunukan Hj. Andi Annisa Muthia Irwan, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Irwan menegaskan bahwa Senam Lukiwol tidak boleh dipandang sebatas kegiatan olahraga massal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya masyarakat Nunukan yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tersendiri.

“Hari ini, di tempat yang sangat istimewa ini, di Ruang Terbuka Publik Paras Perbatasan, kita tidak hanya berolahraga. Hari ini kita mencatat sejarah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Lukiwol merupakan karya budaya yang berakar dari tradisi masyarakat Suku Tidung, dengan mengambil inspirasi dari legenda Iluk Yaki Bentawol.

Rangkaian gerakan dalam senam tersebut menggambarkan perjalanan kehidupan Yaki Bentawol, mulai dari mengarungi sungai, menebang pohon, berburu, hingga kebahagiaan sang istri ketika menyambut kepulangannya dengan membawa hasil buruan.

Setiap gerakan memiliki makna tersendiri dan menjadi media untuk menceritakan kembali legenda tersebut melalui seni gerak. Dengan demikian, Lukiwol tidak hanya menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga membawa pesan budaya yang diwariskan melalui generasi.

Irwan menilai, pencatatan rekor MURI menjadi kesempatan bagi Nunukan untuk menunjukkan bahwa daerah perbatasan juga memiliki karya budaya yang mampu diperkenalkan di tingkat nasional.

“Di saat banyak daerah berlomba mengimpor budaya luar, hari ini kita di perbatasan justru menunjukkan kepada Indonesia bahwa kita punya karya budaya asli yang sehat, kreatif, dan membanggakan. Hari ini kita bawa ke pentas nasional melalui MURI,” tegasnya.

Pemilihan RTP Paras Perbatasan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Menurut Irwan, kawasan tersebut merupakan salah satu ruang publik yang kini menjadi kebanggaan masyarakat setelah mengalami perubahan fungsi dari lahan kosong menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas warga.

“Dari Paras inilah kita ingin menyampaikan pesan kepada negara tetangga dan seluruh Indonesia: dari perbatasan, kita jaga budaya, kita jaga kesehatan, kita torehkan prestasi,” katanya.

Lebih jauh, Bupati menggarisbawahi tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut, yakni meningkatkan kesehatan masyarakat, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat promosi pariwisata perbatasan.

Dalam aspek kesehatan, ia berharap Senam Lukiwol dapat diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah, perkantoran, puskesmas, hingga menjadi bagian dari kegiatan olahraga bersama setiap Jumat pagi.

Menurutnya, bertambahnya usia Kabupaten Nunukan harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Masyarakat yang sehat dan bugar menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara dalam upaya pelestarian budaya, Irwan meminta perangkat daerah terkait segera mengurus perlindungan kekayaan intelektual Senam Lukiwol agar identitas dan kepemilikannya dapat dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Saya harap Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan segera mengurus hak paten Senam Lukiwol ini. Ini milik Nunukan. Kita harus jaga dan ajarkan kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Pada sektor pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan nama Nunukan dan kawasan Paras Perbatasan kepada masyarakat di luar daerah. Terlebih, kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari sejumlah negara tetangga, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Keterlibatan peserta lintas negara menjadi peluang untuk memperluas promosi budaya sekaligus memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pihak MURI yang hadir menyaksikan pencapaian tersebut. Penghargaan turut diberikan kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, anggota PKK, aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, hingga komunitas senam.

“Kepada seluruh peserta, dari anak sekolah, ibu-ibu PKK, ASN, TNI-Polri, pelajar, dan komunitas senam yang hari ini datang dengan kostum seragam serta semangat luar biasa, Anda semua adalah pemecah rekor! Anda semua adalah pahlawan budaya!” ungkapnya.

Kemereiahan acara semakin terasa dengan kehadiran Liza Natalia, penyanyi dangdut sekaligus instruktur senam nasional. Penampilannya mengajak ribuan peserta mengikuti gerakan Zumba dan menambah semarak suasana di RTP Paras Perbatasan.

Keberhasilan mengumpulkan 11.020 peserta dalam satu kegiatan menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Nunukan. Namun, lebih dari sekadar pencapaian rekor, tantangan berikutnya adalah memastikan Senam Lukiwol terus berkembang, dikenal luas, dan benar-benar menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat perbatasan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.