Pemkab Nunukan dan Sabah Perkuat Kolaborasi Pengendalian Malaria di Wilayah Perbatasan

oleh -21 views
Pj Sekda Nunukan H Raden Iwan Kurniawan saat menyambut kunjungan kerja Pejabat Kesihatan Sabah, Malaysia (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Ancaman penularan malaria di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama otoritas kesehatan Negeri Sabah. Kedua wilayah mulai memperkuat koordinasi lintas negara guna mendorong upaya pencegahan dan pengendalian malaria, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat perbatasan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Malaysia, di Kabupaten Nunukan, Rabu (7/10). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Usman, Konsul RI di Tawau, Dino Nurwahyudin, serta rombongan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah yang dipimpin Abdul Marsudi Bin Manah.

Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menilai pertemuan tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun koordinasi kesehatan antara Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Nunukan, dan Negeri Sabah.

Menurutnya, kedekatan geografis serta hubungan sosial dan ekonomi masyarakat di kedua wilayah membuat persoalan kesehatan, termasuk malaria, tidak dapat ditangani secara terpisah berdasarkan batas administrasi maupun negara.

Mobilitas penduduk untuk kepentingan pekerjaan, perdagangan, perjalanan, dan aktivitas sosial berpotensi membuka jalur perpindahan kasus penyakit menular antarkawasan. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem pengawasan dan penanganan yang melibatkan kedua wilayah.

“Malaria merupakan penyakit yang tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, upaya eliminasi membutuhkan kerja sama lintas batas yang kuat, berkesinambungan, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada sejumlah aspek penting, mulai dari penguatan surveilans, penemuan dan pengobatan kasus, pertukaran informasi kesehatan, pengendalian vektor, hingga pencegahan penularan di kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Raden Iwan juga menyoroti karakteristik geografis Kalimantan Utara yang memiliki wilayah perbatasan darat dan laut dengan Malaysia, khususnya Sabah. Situasi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengendalian penyakit menular, tetapi sekaligus membuka peluang untuk membangun pola kerja sama kesehatan lintas negara yang lebih terintegrasi.

Pemkab Nunukan berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada agenda kunjungan seremonial. Lebih dari itu, diperlukan mekanisme komunikasi dan koordinasi yang efektif antara jajaran kesehatan di Kabupaten Nunukan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan otoritas kesehatan Sabah agar penanganan malaria dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Sementara itu, perwakilan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah, Abdul Marsudi Bin Manah, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Nunukan selama kunjungan berlangsung.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari hubungan kerja sama yang lebih erat, bukan sekadar agenda silaturahmi antarlembaga. Menurutnya, komunikasi dan hubungan baik yang telah terjalin perlu terus dipelihara demi mendukung kepentingan bersama, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Kami amat berbesar hati atas pelayanan yang cukup baik. Saya dan tim mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan. Kalau ada kesilapan, kami mohon maaf,” ungkapnya.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak diharapkan dapat merumuskan kesepahaman serta rekomendasi konkret untuk memperkuat koordinasi kesehatan di kawasan perbatasan.

Penguatan kerja sama tersebut dinilai penting mengingat keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya ditentukan oleh penanganan kasus di masing-masing wilayah, tetapi juga kemampuan kedua negara membangun sistem pencegahan, pengawasan, dan pengendalian penularan secara bersama-sama. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.