Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia 2026, Nunukan Gelar Jalan Santai dan Luncurkan Kartu Disabilitas

oleh -18 views
Pj Sekda Nunukan Raden Iwan Setiawan bersama Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas membuka jalan sehat Hari Peduli Autisme (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Ratusan warga memadati kawasan Tugu Dwikora Nunukan hingga Alun-Alun Kota Nunukan pada Minggu (5/4/2026) pagi dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2026. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk jalan santai dan kampanye kepedulian ini menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan ramah disabilitas.

Acara yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA tersebut digelar oleh Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara bekerja sama dengan Polres Nunukan. Kegiatan ini diikuti oleh penyandang disabilitas, keluarga, relawan, komunitas, serta masyarakat umum yang antusias menyuarakan pentingnya kesetaraan hak bagi setiap individu.

Tak sekadar jalan santai, momentum ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Kartu Penyandang Disabilitas Kabupaten Nunukan. Program tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di wilayah perbatasan.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Raden Iwan Kurniawan, ditegaskan bahwa peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia merupakan momen strategis untuk meningkatkan kesadaran publik.

“Penyandang autisme memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan kesempatan yang setara. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun masyarakat yang lebih peduli dan inklusif,” ujarnya.

Ketua Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara, Hasanudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menghapus stigma terhadap penyandang autisme.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa anak-anak dengan autisme memiliki potensi besar. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, penerimaan, dan kesempatan,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Kapolres Nunukan, Bonifasius Rumbewas, yang menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus membangun Kabupaten Nunukan yang inklusif, ramah disabilitas, dan menjunjung tinggi kesetaraan,” tegasnya.

Ia pun secara resmi membuka kegiatan jalan santai yang kemudian dilanjutkan dengan rute mengelilingi kawasan alun-alun. Para peserta tampak berjalan penuh semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan sarat makna.

Selain menjadi ajang olahraga ringan, kegiatan ini juga berhasil menyampaikan pesan kuat bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor, Nunukan terus bergerak menuju daerah yang lebih peduli, terbuka, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.