Ratusan Siswa SMPN 1 Nunukan Tampilkan Jepen Massal, Pemkab Apresiasi Pelestarian Budaya

oleh -16 views
Asisten 1 Setkab Nunukan H Muh Amin saat menghadiri senam jepen di Stadion Sei Bilal Nunukan (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Nunukan tampil memukau dalam gelar Tari Jepen massal yang digelar di Stadion Sei Bilal, Jumat (17/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Gelar Karya Tari Jepen yang melibatkan sekitar 800 peserta dengan penampilan yang kompak dan penuh semangat.

Sejak pukul 07.30 WITA, suasana stadion dipenuhi energi para siswa yang menampilkan gerakan Tari Jepen secara serempak. Harmonisasi gerak, irama, dan kekompakan peserta menciptakan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna pelestarian budaya daerah.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Amin, disampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah daerah menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen dunia pendidikan dalam menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

“Atas nama Bupati Nunukan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini adalah langkah konkret dalam merawat dan melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler saat ini tidak lagi sekadar berorientasi pada teori, melainkan mampu melahirkan karya nyata yang mencerminkan kreativitas dan karakter siswa. Tari Jepen sendiri disebut sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan estetika tinggi, dengan perpaduan unsur budaya Kalimantan, khususnya Kutai, dan Melayu.

“Tari Jepen memiliki gerakan yang dinamis dan penuh keceriaan, mencerminkan sukacita dalam menyambut tamu. Ini menjadi bagian penting dari tradisi yang hidup di tengah masyarakat Nunukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, tema kegiatan “Gerak Budaya, Karakter Hebat” dinilai relevan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Melalui kegiatan seni budaya, siswa dilatih untuk disiplin, bekerja sama, dan memiliki ketekunan.

“Melalui gerak budaya, anak-anak merawat akar budaya daerahnya. Sementara karakter hebat terbentuk dari proses latihan yang membutuhkan kerja sama dan konsistensi,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi siswa sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan Jepen massal ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka melalui program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan aspek seni, budaya, dan karakter.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Ini adalah proses pembelajaran yang utuh,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa siswa kelas IX berperan sebagai tutor bagi siswa kelas VII dan VIII. Metode ini dinilai efektif dalam mendorong transfer pengetahuan sekaligus memastikan keberlanjutan pelestarian budaya di lingkungan sekolah.

Dukungan juga disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan melalui Pengawas SMP, Ernawati, yang menekankan pentingnya kegiatan seni budaya dalam membentuk pelajar yang beridentitas dan berbudaya.

Usai seremoni pembukaan, seluruh peserta dan tamu undangan turut berbaur dalam tarian Jepen massal. Gerakan yang serempak, energik, dan penuh kekompakan menciptakan suasana spektakuler yang memukau seluruh hadirin.

Melalui kegiatan ini, Tari Jepen diharapkan tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal dan menjadi bagian dari identitas generasi muda di Kabupaten Nunukan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.