SMPN 1 Nunukan Gelar Simulasi SPAB, 853 Siswa Dilatih Hadapi Situasi Bencana

oleh -37 views
Assisten III Setda Nunukan Sirajuddin saat membuka kegiatan tersebut (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Nunukan. Salah satunya melalui pelaksanaan simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 1 Nunukan, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Sirajudin, yang hadir mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.

Simulasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Sirajudin menegaskan bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului tanda-tanda. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada peserta didik dan tenaga pendidik.

Menurutnya, kegiatan SPAB tidak boleh dipandang sebatas agenda seremonial. Lebih dari itu, simulasi harus menjadi sarana pembelajaran praktis agar seluruh warga sekolah terbiasa mengambil tindakan cepat, tepat, dan tetap tenang ketika menghadapi keadaan darurat.

Ia juga mendorong SMP Negeri 1 Nunukan menjadi salah satu sekolah percontohan dalam penerapan budaya sadar bencana di Kabupaten Nunukan. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Untuk mendukung penerapan program tersebut, setiap sekolah perlu memiliki tim siaga bencana, jalur evakuasi yang mudah dipahami, titik kumpul yang aman, serta prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP) yang diketahui seluruh warga sekolah.

Sirajudin turut mengingatkan pentingnya kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam melindungi peserta didik ketika bencana terjadi. Guru tidak hanya dituntut mampu mengendalikan situasi, tetapi juga harus memberikan instruksi yang jelas agar proses penyelamatan dan evakuasi berjalan tertib.

Khusus menghadapi gempa bumi, peserta didik diingatkan untuk segera melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh, kemudian mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul setelah situasi dinyatakan memungkinkan.

Pengetahuan tersebut, lanjutnya, juga perlu diterapkan di luar lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat membagikan informasi kesiapsiagaan kepada keluarga serta membangun pemahaman bersama orang tua mengenai langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi di rumah.

“Tangguh bukan berarti tidak takut. Tangguh adalah tetap bertindak dengan benar meskipun kita takut,” ujar Sirajudin.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana dan perubahan iklim menjadi salah satu indikator tambahan dalam Rapor Pendidikan pada 2026. Indikator tersebut turut menjadi perhatian dalam evaluasi satuan pendidikan.

Ia menyebutkan, simulasi yang dilaksanakan merupakan puncak dari rangkaian kegiatan SPAB yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Program tersebut melibatkan seluruh peserta didik dengan jumlah mencapai 853 orang.

Rustiningsih berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan simulasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui penguatan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

“Kegiatan ini merupakan tahapan puncak yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Dengan jumlah siswa sebanyak 853 orang, kami berharap kolaborasi antara instansi terkait dapat terus terjalin untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Nunukan,” ungkapnya.

Melalui penerapan SPAB, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.