SPBU Nelayan Pertama di Nunukan Resmi Beroperasi, Akses BBM Subsidi Kini Lebih Dekat

oleh -38 views
Pj Sekda Nunukan H Raden Iwan Kurniawan meresmikan SPBU Nelayan di Mamolo (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Nelayan di Kabupaten Nunukan kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini menyusul diresmikannya penyaluran perdana BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) PT Sembakung Harapan Jaya yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa (6/10/2026).

Peresmian yang mewakili Pemerintah Kabupaten Nunukan dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, mewakili Bupati Nunukan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi atas persoalan aksesibilitas dan ketersediaan BBM yang selama ini menjadi salah satu kendala operasional nelayan.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Iwan Kurniawan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada PT Sembakung Harapan Jaya atas investasi dan komitmennya menghadirkan fasilitas pengisian BBM khusus nelayan di wilayah Nunukan Selatan.

Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan aktivitas dan produktivitas nelayan. Kemudahan memperoleh bahan bakar akan berpengaruh langsung terhadap biaya operasional, jangkauan melaut, hingga hasil tangkapan.

“SPBU ini bukan sekadar tempat mengisi BBM bagi para nelayan. BBM adalah bagian penting dari kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Mau melaut perlu BBM, mau mencari ikan lebih jauh juga perlu BBM. Ketika akses BBM menjadi lebih mudah, secara langsung hal ini sangat membantu para nelayan dalam menjalankan usahanya,” ungkap Iwan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Nunukan memiliki wilayah perairan yang luas dengan sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, keberadaan SPBUN diharapkan dapat memperbaiki tata kelola distribusi BBM agar lebih mudah dijangkau, tertib, dan tepat sasaran.

Iwan juga mengingatkan pengelola agar mengutamakan kepentingan nelayan dalam memberikan pelayanan. Transparansi, ketepatan distribusi, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku harus menjadi prinsip utama dalam pengoperasian fasilitas tersebut.

“Saya minta agar pelayanan kepada nelayan benar-benar menjadi perhatian dan prioritas yang paling utama. Layani para nelayan dengan baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pemerintah daerah turut mengajak masyarakat nelayan menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai peruntukannya. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar keberadaan SPBUN memberikan manfaat nyata bagi perekonomian pesisir.

Pemkab Nunukan juga berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan di wilayah lain sehingga persoalan akses BBM bagi nelayan secara bertahap dapat teratasi dan produktivitas sektor perikanan semakin meningkat.

Sementara itu, perwakilan Direktur PT Sembakung Harapan Jaya, Heriyanto, mengatakan pembangunan SPBUN tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nelayan, khususnya terkait keterbatasan pasokan dan jauhnya akses pengisian BBM.

Menurutnya, selama ini persoalan bahan bakar kerap menyita waktu dan menambah biaya operasional nelayan sebelum maupun selama melaut. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, perusahaan berharap nelayan dapat memperoleh BBM berkualitas dengan harga resmi dan pasokan yang lebih terjamin.

Ia juga berharap kemudahan akses bahan bakar dapat mendukung aktivitas penangkapan ikan maupun budidaya rumput laut sehingga masyarakat pesisir dapat menjalankan usahanya secara lebih efektif.

Heriyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan atas dukungan, pembinaan, dan proses perizinan yang diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Pertamina (Persero), tokoh masyarakat, kelompok nelayan, serta penyuluh perikanan yang membantu proses pendataan dan pemenuhan dokumen nelayan.

Kepada jajaran manajemen dan petugas operasional, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan, transparansi, serta standar keselamatan kerja dalam menjalankan operasional SPBUN.

Dukungan terhadap pengoperasian fasilitas tersebut juga disampaikan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan. Dalam sambutan Kepala Dinas Perikanan yang dibacakan Ari Hartadi, disebutkan bahwa besarnya potensi perikanan tangkap di Nunukan selama ini masih dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama keterbatasan akses BBM, ketidakpastian pasokan, dan stabilitas harga.

Kehadiran SPBUN pertama di Kabupaten Nunukan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperpendek rantai distribusi BBM. Melalui fasilitas ini, nelayan yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat mengakses alokasi solar dan Pertalite bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan, kuota yang terdata, serta lokasi pengisian yang lebih dekat dengan tempat kapal bersandar.

Selain mempermudah akses, keberadaan SPBUN juga diharapkan dapat menekan biaya operasional melaut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran, Dinas Perikanan mengingatkan nelayan agar melengkapi administrasi, termasuk surat rekomendasi BBM bersubsidi. Nelayan aktif yang kapalnya telah terdata diminta berkoordinasi dengan penyuluh perikanan atau Dinas Perikanan untuk mengurus maupun memperbarui dokumen tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pengurusan surat rekomendasi dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.

Dinas Perikanan juga meminta pengelola SPBUN menjalankan tata kelola distribusi secara akuntabel serta menghindari segala bentuk penyimpangan. Di sisi lain, kelompok nelayan diimbau menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukan, khususnya untuk menunjang kegiatan produktif di sektor perikanan.

Pengawasan dan pembinaan terhadap operasional SPBUN, lanjutnya, akan terus dilakukan guna memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima.

Apresiasi terhadap beroperasinya fasilitas tersebut turut disampaikan perwakilan PT Pertamina (Persero), Kepala SBM Kaltim-Kaltara V (4) Fuel, Nabila Iman Barika. Ia menyambut baik kehadiran SPBUN pertama di Nunukan karena dinilai dapat membantu mengakomodasi kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat nelayan.

Peresmian tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nunukan Selatan, perwakilan pemerintah kecamatan dan Kelurahan Tanjung Harapan, pimpinan PT Sembakung Harapan Jaya, perwakilan Bank Mandiri Cabang Nunukan, ketua kelompok nelayan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional SPBUN. Beroperasinya fasilitas ini diharapkan tidak hanya mempermudah nelayan memperoleh BBM, tetapi juga menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Nunukan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.