Tak Bergantung Anggaran Besar, BPPD Nunukan Wujudkan Fasilitas Kantor Modern

oleh -6 views

NUNUKAN – Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan melakukan pembenahan fasilitas kantor dengan membangun halaman parkir dan apel secara swakelola di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Area yang sebelumnya berupa lapangan tanah kini telah disulap menjadi lantai beton yang lebih representatif.

Pembangunan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp35 juta dan dikerjakan secara gotong royong oleh Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang, bersama jajaran sekretaris, kepala bidang (kabid), serta kepala subbagian (kasubbag). Pola swakelola ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus memastikan hasil pekerjaan sesuai kebutuhan.

Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan bahwa pembenahan fasilitas ini tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong reformasi birokrasi yang dimulai dari lingkungan kerja.

“Reformasi birokrasi itu dimulai dari hal sederhana, termasuk penataan lingkungan dan fasilitas kantor. Kenyamanan dalam bekerja akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan kerja yang tertata rapi dan representatif juga mencerminkan kewibawaan institusi serta menjadi bagian dari manajemen perkantoran modern yang mengedepankan efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang bersama ASN di lingkup BPPD Nunukan

Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Nunukan, H Irwan Sabri, yang mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi, meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berbuat. Justru di situlah kita dituntut untuk kreatif, bekerja dengan ketulusan, dan mencari solusi agar tetap bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Lebih jauh, Robby juga menyampaikan pesan penting kepada para pejabat di lingkup BPPD sebagai bagian dari pembinaan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa kemampuan seorang pemimpin justru diuji dalam kondisi keterbatasan.

“Di situlah saudara diuji untuk menjadi pemimpin. Jika tanpa anggaran kita tetap bisa berbuat, maka itu yang akan membentuk kepemimpinan yang kuat. Namun jika harus menunggu anggaran besar baru bergerak, semua orang juga bisa melakukannya. Itu bukan ciri calon pemimpin masa depan,” tegasnya.

Robby menambahkan, melalui pola kerja seperti ini, pihaknya ingin menanamkan mental kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan solutif di kalangan pejabat struktural. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepekaan terhadap kondisi nyata di lapangan menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pembenahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap 17 program arah perubahan yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Nunukan. Melalui lingkungan kerja yang nyaman dan tertata, kinerja aparatur diharapkan semakin optimal, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perbatasan.

Upaya yang dilakukan BPPD Nunukan ini menjadi contoh bahwa efisiensi anggaran tidak menghambat inovasi. Sebaliknya, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, keterbatasan dapat diubah menjadi peluang untuk menciptakan perubahan yang nyata. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.