NUNUKAN – Rumah Sakit (RS) Pratama Sebatik resmi mengoperasikan kamar bedah yang ditandai dengan pelaksanaan operasi perdana bagi pasien di Pulau Sebatik.
Momentum ini menjadi kabar menggembirakan, tidak hanya bagi manajemen dan tenaga kesehatan, tetapi juga bagi warga di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut. Kehadiran fasilitas kamar bedah memungkinkan pasien memperoleh tindakan operasi tertentu tanpa harus dirujuk ke RSUD Nunukan.
Direktur RS Pratama Sebatik, H Abdul Rahim, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya operasi perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa beroperasinya kamar bedah merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan operasi perdana di RS Pratama Sebatik. Ini momen yang sangat berarti bagi kami dan masyarakat. Kehadiran kamar bedah ini menjadi bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk beberapa tindakan operasi yang sudah bisa kami tangani di sini,” ujarnya.
Selama ini, pasien yang membutuhkan tindakan operasi tertentu kerap harus dirujuk ke rumah sakit di luar Pulau Sebatik, bahkan ke luar daerah. Kondisi tersebut tidak jarang menimbulkan tantangan, baik dari segi waktu tempuh, biaya, maupun risiko terhadap kondisi pasien. Dengan mulai difungsikannya kamar bedah, proses penanganan medis diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan efisien.
Pengoperasian fasilitas ini merupakan hasil dari proses persiapan yang dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari penataan dan sterilisasi ruangan, penyediaan serta pengujian peralatan medis, hingga kesiapan sumber daya manusia, seluruh tahapan dilaksanakan sesuai standar pelayanan kesehatan. Tim medis dan manajemen rumah sakit bekerja secara terintegrasi untuk memastikan pelayanan berjalan aman dan profesional.
“Tenaga medis yang bertugas, baik dokter maupun perawat, telah melalui berbagai tahapan koordinasi dan persiapan guna menjaga mutu layanan,” tegasnya.
Beroperasinya kamar bedah ini, lanjut Abdul, mencerminkan semangat pengabdian tenaga kesehatan di wilayah perbatasan. Di tengah berbagai keterbatasan, komitmen untuk menghadirkan layanan yang semakin baik terus diperkuat.
Pihaknya juga menekankan bahwa pengembangan layanan tidak berhenti pada peresmian ini. Evaluasi berkala, peningkatan kapasitas, serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Karena itu, kami akan terus berbenah dan memastikan setiap pelayanan diberikan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” pungkasnya.









