UGM Sebut Rumput Laut Bisa Jadi Masa Depan Ekonomi Nunukan

oleh -17 views

NUNUKAN – Komoditas rumput laut dinilai memiliki potensi besar menjadi tulang punggung ekonomi baru Kabupaten Nunukan apabila dikelola melalui strategi hilirisasi industri yang terintegrasi.

Ketua Tim Vokasi Universitas Gadjah Mada, Mudrajad Kuncoro, mengatakan Nunukan merupakan salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Indonesia dengan dominasi jenis Kappaphycus alvarezii atau cottonii yang memiliki kandungan karaginan bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Tim Vokasi UGM Yogyakarta Prof Mudrajad Kuncoro bersama Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang meninjau budidaya rumput laut di Manolo, Nunukan Selatan (Foto: BPPD Nunukan)

Dalam kajian tim UGM disebutkan, total potensi produksi rumput laut Nunukan mencapai sekitar 695 ribu ton per tahun dengan potensi ekspor hingga 556 juta dolar Amerika Serikat.

“Nunukan memiliki keunggulan besar di sektor rumput laut. Bahkan kontribusinya terhadap produksi rumput laut Kalimantan Utara mencapai sekitar 60 hingga 80 persen,” ujar Mudrajad.

Meski demikian, ia menilai selama ini rantai usaha rumput laut masih didominasi penjualan bahan mentah sehingga keuntungan terbesar justru dinikmati pihak luar daerah.

Selain itu, petani rumput laut di Nunukan juga masih menghadapi berbagai kendala, terutama faktor cuaca dan keterbatasan fasilitas pengolahan pascapanen.

Dalam kajian tersebut disebutkan curah hujan tinggi dapat menyebabkan kerusakan produk hingga 90 persen akibat proses pengeringan tradisional yang masih mengandalkan sinar matahari.

Mudrajad menegaskan, solusi utama yang perlu dilakukan adalah membangun industri hilirisasi berbasis rumput laut di Nunukan, mulai dari pengolahan karaginan, bioplastik, hingga produk pangan dan farmasi.

“Kalau Nunukan ingin cepat maju, maka hilirisasi harus dipercepat. Jangan hanya menjual bahan baku, tetapi harus mulai membangun pabrik pengolahan,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan industri rumput laut juga akan berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat pesisir dan penguatan fiskal daerah. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.