NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan dengan memaparkan materi selayang pandang mengenai kondisi dan potensi Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan strategis di Indonesia.
Dalam paparannya, Hermanus menjelaskan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi yang sangat penting karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Kondisi tersebut menjadikan Nunukan sebagai salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam pembangunan kawasan perbatasan.
Ia menyampaikan, luas wilayah Kabupaten Nunukan yang terdiri dari daratan dan kepulauan menjadikan daerah ini memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan lintas batas, perikanan, perkebunan, hingga sektor jasa dan pariwisata.
Namun di sisi lain, Hermanus mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi tantangan utama di kawasan perbatasan. Persoalan tersebut di antaranya keterbatasan infrastruktur dasar, aksesibilitas antarwilayah, pelayanan publik, hingga ancaman berbagai aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang, peredaran narkotika dan tindak pidana perdagangan orang.
“Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan memiliki tantangan yang kompleks. Karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan dari semua pihak agar pembangunan di wilayah perbatasan dapat berjalan optimal,” ujar Hermanus.
Dalam kesempatan itu, Hermanus juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.
Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik semata, tetapi juga menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal serta penguatan rasa nasionalisme masyarakat perbatasan.
Ia berharap Rakor Pembangunan Kawasan Perbatasan tersebut dapat menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merumuskan langkah strategis pembangunan Kabupaten Nunukan ke depan.
“Wilayah perbatasan harus menjadi kawasan yang maju, aman dan sejahtera, karena kawasan ini merupakan wajah negara yang langsung berbatasan dengan negara lain,” katanya.
Melalui materi selayang pandang yang dipaparkan, Hermanus juga mengajak seluruh peserta rakor untuk bersama-sama membangun komitmen dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Nunukan. (Adv)







