JAKARTA – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menghadiri kegiatan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Utara hingga tahun 2029 yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta deklarasi kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kasuari, Hotel Lumire, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah se-Kalimantan Utara, pimpinan perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan. Agenda tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menegaskan bahwa pelaksanaan RPJMD merupakan pedoman strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari dunia usaha melalui program CSR yang terarah dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan sangat penting untuk memastikan program CSR dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Hermanus.
Ia menambahkan, Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hermanus juga menilai bahwa deklarasi kolaborasi CSR ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan adanya keselarasan program, diharapkan bantuan CSR tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyebutkan, terdapat empat tujuan utama pembangunan daerah, yakni peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, perbaikan tata kelola pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan.
Gubernur juga menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur konektivitas masih menjadi prioritas utama, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah. Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di desa, seperti rumah layak huni, air bersih, listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan, masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak seluruh pimpinan perusahaan untuk berperan aktif melalui program CSR yang tepat sasaran. Ia juga mendorong pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Forum CSR) sebagai wadah koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam merancang program pembangunan yang terintegrasi.
Menutup pernyataannya, Hermanus berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus diperkuat dan diimplementasikan secara nyata di daerah.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya. (Adv)








