Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

oleh -15 views
Staf Ahli Bupati Nunukan saat mewakili Bupati Nunukan H Irwan Sabri (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong penguatan karakter dalam dunia pendidikan melalui pendekatan humanis. Hal ini tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru madrasah se-Kabupaten Nunukan yang digelar di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta” ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, yang mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Alimuddin menyampaikan bahwa Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan. Kondisi geografis yang tersebar, keterbatasan akses transportasi, serta kesenjangan fasilitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan menjadi persoalan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

“Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab melalui berbagai upaya strategis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana, pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Dalam konteks tersebut, Kurikulum Berbasis Cinta dinilai sebagai pendekatan yang relevan untuk diterapkan. Kurikulum ini menekankan pentingnya nilai kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap potensi setiap peserta didik dalam proses pembelajaran.

“Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dengan siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

Pemerintah daerah berharap kegiatan bimtek ini dapat menjadi momentum awal dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Nunukan, khususnya dalam penerapan metode pembelajaran yang lebih humanis dan berorientasi pada pengembangan karakter.

“Saya berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama semakin kuat dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter di wilayah perbatasan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.