BPPD Nunukan dan Sekolah Vokasi UGM Jalin Kerja Sama Strategis, Siapkan SDM Unggul untuk Wujudkan Arah Baru Pembangunan Daerah

oleh -22 views
Penandatanganan MoU antara Pemkab Nunukan dalam hal ini BPPD Nunukan bersama Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta (Foto: BPPD Nunukan)

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai langkah strategis mencetak tenaga kerja yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan ekonomi global.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi arah baru pembangunan Kabupaten Nunukan sebagaimana tertuang dalam 17 Program Unggulan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus, yang menempatkan penguatan kualitas SDM sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan pembangunan daerah pada masa mendatang tidak lagi hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, daya saing suatu daerah akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mempersiapkan SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan berinovasi. Kami ingin masyarakat Nunukan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi, tetapi mampu menjadi pelaku utama yang menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujar Robby, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama dengan Sekolah Vokasi UGM merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta potensi unggulan Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan.

Menurut Robby, tantangan pembangunan daerah saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta jiwa kewirausahaan yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru.

“Kami ingin membangun SDM yang siap bekerja, siap berkompetisi, sekaligus mampu melahirkan inovasi. Itulah sebabnya kami menggandeng Sekolah Vokasi UGM yang memiliki pengalaman dan reputasi dalam menghasilkan lulusan yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri,” katanya.

Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan Kabupaten Nunukan yang sedang diarahkan menuju penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan investasi, pengembangan kawasan perbatasan, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menghasilkan SDM yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Ketika masyarakat memiliki kompetensi yang baik, mereka akan mampu menciptakan usaha, meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.

Robby menambahkan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Posisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan perdagangan, jasa, industri, dan ekonomi kreatif yang memerlukan dukungan tenaga kerja profesional.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan Sekolah Vokasi UGM diharapkan mampu melahirkan berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat, mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan inovasi, hingga penguatan kewirausahaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Kabupaten Nunukan.

“Kami ingin masyarakat Nunukan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan peningkatan kualitas SDM, kami optimistis Kabupaten Nunukan akan memiliki kekuatan baru dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” jelasnya.

Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu model kolaborasi yang sangat penting dalam melahirkan kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil masyarakat.

Menurut Robby, kehadiran perguruan tinggi tidak hanya memberikan dukungan akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Melalui kerja sama ini kami berharap akan lahir berbagai program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui inovasi dan kewirausahaan,” katanya.

Robby menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah awal dari kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Sekolah Vokasi UGM. Ke depan, kedua belah pihak akan menyusun berbagai program kerja yang dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.

“MoU ini bukan sekadar dokumen kerja sama, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membangun masa depan Kabupaten Nunukan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia. Kami ingin hasil kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Lebih jauh, Robby menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan visi besar Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus dalam menghadirkan arah baru pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan (people-centered development). Melalui penguatan kompetensi masyarakat, pemerintah berharap tercipta ekosistem ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.

“Dengan dukungan dunia akademik, kami optimistis arah baru pembangunan Kabupaten Nunukan akan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan. SDM yang unggul akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan daerah perbatasan yang maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkas Robby.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Lebih dari sekadar kerja sama kelembagaan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi Nunukan yang kompeten, adaptif, inovatif, serta mampu menerjemahkan potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nunukan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.