BPPD Nunukan Nilai Pengembangan PLBN Sei Menggaris Akan Menjadi Pengungkit Pertumbuhan Kawasan Perbatasan

oleh -29 views
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang saat berada di PLBN Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan (Foto: BPPD Nunukan)

NUNUKAN – Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kecamatan Sei Menggaris dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan. Keberadaan PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar masuk orang dan barang antarnegara, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pelayanan publik, serta menegaskan kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia.

Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan menilai, posisi geografis Sei Menggaris yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, memberikan peluang besar bagi pengembangan kawasan sebagai pusat aktivitas ekonomi lintas batas yang terintegrasi. Dalam dokumen pemetaan potensi kawasan, Sei Menggaris ditempatkan sebagai wilayah yang memiliki nilai strategis dalam arah pembangunan kawasan perbatasan nasional.

Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan pengembangan PLBN harus dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang tidak hanya berorientasi pada fungsi keimigrasian dan kepabeanan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

“PLBN bukan sekadar gerbang lintas negara. Keberadaannya dapat menjadi katalisator pertumbuhan kawasan karena akan mendorong berkembangnya perdagangan, investasi, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Robby.

Menurutnya, pengalaman pembangunan sejumlah PLBN di berbagai daerah perbatasan Indonesia menunjukkan bahwa kehadiran fasilitas lintas batas mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Aktivitas masyarakat meningkat seiring berkembangnya sektor perdagangan, transportasi, jasa, hingga usaha mikro dan kecil yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

“Ketika konektivitas meningkat, peluang ekonomi masyarakat juga akan semakin terbuka. Inilah yang kami harapkan dapat terjadi di Sei Menggaris apabila pengembangan kawasan perbatasan terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.

Robby menjelaskan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Oleh karena itu, pembangunan kawasan perbatasan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan wilayah negara, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan terdepan Indonesia.

Ia menilai pengembangan kawasan perbatasan harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, mulai dari jaringan jalan, sarana transportasi, fasilitas logistik, hingga pelayanan dasar lainnya. Dengan demikian, aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan lintas batas dapat berkembang secara optimal.

“Kami ingin kawasan perbatasan menjadi pusat pertumbuhan baru, bukan hanya menjadi wilayah yang dilalui masyarakat. Ketika infrastruktur, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi berkembang secara bersamaan, maka manfaat pembangunan akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain memberikan dampak ekonomi, Robby menilai keberadaan kawasan lintas batas yang berkembang juga akan memperkuat daya saing daerah. Arus barang dan jasa yang semakin lancar akan membuka peluang investasi baru sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan Kabupaten Nunukan.

“Potensi pertanian, perkebunan, dan usaha masyarakat akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi apabila didukung dengan akses pasar yang semakin luas. Oleh karena itu, pengembangan kawasan lintas batas harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan perbatasan memerlukan dukungan lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta masyarakat harus membangun sinergi agar setiap program pembangunan berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.

“Kami percaya pembangunan kawasan perbatasan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan negara,” tegasnya.

Menurut Robby, kawasan perbatasan merupakan wajah pertama Indonesia yang dilihat oleh negara tetangga. Karena itu, pembangunan yang berkualitas tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam membangun wilayah terdepan.

“Kawasan perbatasan harus tumbuh menjadi wilayah yang maju, aman, dan produktif. Ketika masyarakat menikmati pelayanan yang baik dan kesempatan ekonomi yang lebih luas, maka kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke wilayah terluar,” pungkasnya. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.