YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus mematangkan langkah strategis dalam mewujudkan transformasi pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan. Melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), pemerintah daerah kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan para guru besar dan pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya mengenai konsep Neo Economy Hub Kabupaten Nunukan.
Pertemuan yang diikuti Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, bersama Prof. Dr. Agus Maryono, Prof. Mudrajad Kuncoro, dan Prof. Muhajir tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi serta penguatan kolaborasi agar hasil kajian akademik yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen konseptual, melainkan dapat segera diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang aplikatif dan menjadi pedoman pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan.
Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan pertemuan kali ini merupakan tahapan penting dalam memastikan seluruh rekomendasi akademik yang telah dirumuskan bersama Universitas Gadjah Mada dapat segera memasuki tahap implementasi.
“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya. Fokus kami saat ini bukan lagi menyusun konsep dari awal, tetapi membangun kesepahaman agar hasil kajian yang telah disusun bersama para guru besar UGM dapat segera direalisasikan dan menjadi pedoman dalam arah pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan,” ujar Robby.
Menurutnya, tantangan pembangunan kawasan perbatasan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting keterlibatan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan strategis yang memiliki landasan ilmiah sekaligus dapat diimplementasikan secara nyata.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kajian akademik yang komprehensif. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan bagi Kabupaten Nunukan,” katanya.
Robby menjelaskan, konsep Neo Economy Hub merupakan gagasan besar yang dirancang untuk mengoptimalkan posisi strategis Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Melalui konsep tersebut, pembangunan ekonomi diarahkan pada penguatan sektor-sektor unggulan, peningkatan nilai tambah komoditas lokal, pengembangan investasi, penguatan konektivitas, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.
“Kami ingin membangun sebuah ekosistem ekonomi baru yang mampu menghubungkan potensi daerah dengan peluang investasi, pengembangan industri, perdagangan lintas batas, serta pemberdayaan masyarakat. Semua itu harus berjalan dalam satu arah pembangunan yang terintegrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan para guru besar Universitas Gadjah Mada memberikan kontribusi yang sangat penting dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah. Berbagai masukan yang diberikan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan karakteristik kawasan perbatasan yang dimiliki Kabupaten Nunukan.
“Kolaborasi ini memberikan perspektif yang lebih luas. Kajian yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan ilmiah, tetapi juga disusun berdasarkan potensi dan tantangan riil yang dihadapi Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan berbagai program strategis pemerintah daerah pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, arah pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan akan memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil.
“Kami ingin setiap langkah pembangunan memiliki arah yang sama. Hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi utama dalam menyusun kebijakan, sehingga pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan,” tegasnya.
Menurut Robby, konsep Neo Economy Hub juga sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan Hermanus, yakni menghadirkan transformasi pembangunan yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai visi tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, dunia usaha, pemerintah pusat, dan masyarakat agar implementasinya dapat berjalan secara optimal.
“Arahan Bupati dan Wakil Bupati sangat jelas, yaitu menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tugas kami adalah menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam program-program yang memiliki dasar ilmiah, realistis untuk dilaksanakan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan,” katanya.
Robby juga menekankan bahwa pembangunan kawasan perbatasan tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing Kabupaten Nunukan di tingkat nasional maupun regional.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah dan Universitas Gadjah Mada, hasil kajian Neo Economy Hub tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi benar-benar menjadi pedoman pembangunan ekonomi Kabupaten Nunukan. Inilah yang sedang kami dorong bersama agar arah baru pembangunan daerah dapat segera diwujudkan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Robby.
Melalui pertemuan lanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi hasil kajian strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi diharapkan menjadi fondasi lahirnya model pembangunan ekonomi kawasan perbatasan yang lebih adaptif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus menjadi instrumen dalam mewujudkan visi pembangunan Bupati H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus menuju Kabupaten Nunukan yang semakin maju dan sejahtera. (Adv)









