Bupati Nunukan Jajaki Konektivitas Ferry Cepat Surabaya–Nunukan, Tekan Biaya Logistik Jadi Prioritas

oleh -89 views

NUNUKAN – Upaya memperkuat konektivitas dan menekan biaya logistik di Kabupaten Nunukan terus didorong Pemerintah Kabupaten Nunukan. Setelah menjajaki peluang penerbangan komersial menggunakan pesawat ATR 72, Bupati Nunukan H Irwan Sabri kini membuka komunikasi dengan manajemen Kapal Ferry Dharma Kencana V untuk menjajaki akses transportasi laut rute Surabaya–Nunukan maupun sebaliknya.

Langkah tersebut dinilai strategis karena konektivitas laut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan komunikasi yang dibangun Bupati Nunukan dengan pihak manajemen kapal ferry merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mencari alternatif transportasi yang mampu mempercepat arus barang sekaligus menekan biaya distribusi.

Menurut Robby, keberadaan jalur ferry langsung yang menghubungkan Nunukan dengan Surabaya berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, konektivitas tersebut dapat memperlancar masuknya berbagai kebutuhan dari Pulau Jawa ke Nunukan.

“Yang menjadi perhatian Bupati adalah bagaimana konektivitas ini bisa memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dari sisi biaya dan kecepatan distribusi barang,” kata Robby.

Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan masyarakat Nunukan yang berasal dari luar daerah harus melalui rantai distribusi yang panjang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya angkutan dan pada akhirnya turut memengaruhi harga barang di tingkat masyarakat.

Karena itu, pembukaan akses transportasi laut yang lebih cepat dan efisien dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperpendek rantai distribusi tersebut.

Tidak hanya kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga melihat peluang konektivitas ini untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan. Pakan ternak, pupuk, sarana produksi pertanian, serta berbagai kebutuhan usaha masyarakat lainnya merupakan komoditas yang membutuhkan kepastian distribusi dan biaya angkutan yang terjangkau.

“Pakan ternak, pupuk, dan kebutuhan usaha masyarakat lainnya juga menjadi perhatian. Kalau distribusinya lebih cepat dan biaya angkutnya lebih murah, tentu akan memberikan dampak terhadap biaya produksi masyarakat,” jelasnya.

Robby menegaskan, konektivitas bukan semata-mata persoalan transportasi, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Bagi Nunukan yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia, kelancaran arus orang dan barang menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, keinginan Bupati Nunukan membuka komunikasi dengan pihak pengelola transportasi laut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya mencari solusi terhadap persoalan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan.

Apabila penjajakan tersebut dapat diwujudkan, rute Surabaya–Nunukan diharapkan mampu menjadi jalur distribusi alternatif yang lebih efisien sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Nunukan dengan pusat-pusat perdagangan di Pulau Jawa.

“Prinsipnya, pemerintah daerah ingin membuka sebanyak mungkin akses. Kalau konektivitas semakin baik, distribusi barang semakin lancar, biaya semakin efisien, maka yang merasakan manfaatnya bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Robby.

Upaya tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan Bupati Nunukan H Irwan Sabri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan konektivitas. Tidak hanya sektor udara, tetapi juga jalur laut terus dijajaki agar Nunukan memiliki pilihan transportasi yang lebih beragam, cepat, dan terjangkau.

Dengan posisi Nunukan sebagai wilayah perbatasan sekaligus daerah kepulauan, penguatan konektivitas udara dan laut dinilai menjadi fondasi penting untuk membuka akses pasar, memperlancar distribusi logistik, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong Nunukan tumbuh sebagai pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.