Bupati Nunukan Jajaki Penerbangan ATR 72, Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi Daerah

oleh -66 views

NUNUKAN – Bupati Nunukan H Irwan Sabri terus mencari langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah. Salah satunya dengan menjajaki masuknya penerbangan komersial menggunakan pesawat jenis ATR 72 di Bandara Nunukan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari keinginan Bupati Irwan Sabri untuk meningkatkan konektivitas Nunukan yang dinilai penting dalam membuka ruang investasi dan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Nunukan memiliki posisi strategis yang perlu didukung dengan akses transportasi yang memadai. Menurut Bupati, konektivitas udara tidak hanya menyangkut kemudahan masyarakat bepergian, tetapi juga berkaitan erat dengan daya tarik investasi dan aktivitas perekonomian daerah.

Penjajakan tersebut mulai dilakukan melalui komunikasi dengan grup Batik Air, bagian dari Lion Air Group. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, telah membangun komunikasi awal terkait kemungkinan pelayanan penerbangan pesawat ATR 72 di Bandara Nunukan.

“Komunikasi dengan pihak Batik Air sudah mulai kita bangun. Bapak Bupati juga berkeinginan untuk bertemu langsung dengan Direktur Produksi Batik Air, Zwingly Silalahi, untuk membahas kesiapan pelayanan penerbangan ATR 72 di Nunukan,” ujar Robby.

Menurut Robby, perhatian Bupati terhadap konektivitas udara merupakan bagian dari upaya membuka lebih banyak peluang ekonomi di Nunukan. Kehadiran penerbangan komersial dengan jaringan yang lebih baik diyakini dapat mempermudah mobilitas pelaku usaha, investor, maupun masyarakat.

“Bapak Bupati ingin pertumbuhan ekonomi di Nunukan berjalan dengan baik. Karena itu, konektivitas menjadi salah satu hal yang terus didorong,” katanya.

Robby menilai, peningkatan konektivitas udara akan memberikan dampak terhadap iklim investasi. Investor akan memiliki akses yang lebih mudah menuju Nunukan, sementara pelaku usaha lokal mendapat peluang lebih besar untuk terhubung dengan pasar di luar daerah.

Terlebih, Nunukan memiliki posisi sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan perdagangan dan berbagai aktivitas ekonomi apabila didukung infrastruktur serta konektivitas yang memadai.

Bupati, kata Robby, ingin potensi strategis tersebut tidak berhenti pada status Nunukan sebagai daerah perbatasan. Potensi itu harus diterjemahkan menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, penjajakan penerbangan ATR 72 menjadi salah satu langkah yang sedang ditempuh Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertemuan antara Bupati Nunukan dan jajaran Batik Air nantinya diharapkan dapat membahas lebih konkret kesiapan pelayanan penerbangan ATR 72 sekaligus melihat peluang pengembangan konektivitas udara di Kabupaten Nunukan.

Bagi Pemkab Nunukan, semakin terbukanya akses transportasi diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menghadirkan investasi, menggerakkan dunia usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.