Langkah Bupati Jajaki Penerbangan ATR 72, Prof Mudrajad: Jangan Sampai Nunukan Lebih Mudah Terhubung ke Tawau

oleh -110 views

NUNUKAN — Langkah Bupati Nunukan H Irwan Sabri menjajaki pembukaan penerbangan komersial menggunakan pesawat ATR 72 dinilai patut diapresiasi.

Kehadiran konektivitas udara dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah perbatasan.

Guru Besar Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM), Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D., menilai posisi geografis Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menurutnya, konektivitas merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kawasan ekonomi. Transportasi yang semakin terbuka akan memperbesar peluang masuknya investasi, perdagangan, pariwisata, tenaga kerja, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Konektivitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi membuka pintu investasi, perdagangan, pariwisata, dan kesempatan kerja,” kata Mudrajad.

Ia menilai Nunukan memiliki posisi strategis sebagai beranda Indonesia yang berhadapan langsung dengan Malaysia. Karena itu, pembangunan konektivitas udara semestinya diarahkan untuk mengubah kawasan perbatasan dari sekadar border area menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru atau new economic growth center.

Gagasan tersebut, kata dia, sejalan dengan pentingnya Master Plan Nunukan Economic Hub yang baru disusun oleh tim Sekolah Vokasi UGM. Perencanaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi pijakan dalam membangun ekosistem ekonomi Nunukan secara lebih terintegrasi.

Mudrajad mengingatkan, keberadaan bandara dan penerbangan baru tidak boleh menjadi tujuan akhir pembangunan konektivitas. Yang jauh lebih penting adalah memastikan konektivitas tersebut mampu menghasilkan aktivitas ekonomi nyata.

“Jangan sampai kita hanya membangun bandara dan menghadirkan pesawat. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pesawat tersebut membawa investor, wisatawan, pasar, dan peluang ekonomi masuk ke Nunukan,” ujarnya.

Pada saat yang sama, konektivitas udara juga harus mampu membawa produk unggulan daerah keluar Nunukan menuju pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, penerbangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi daerah. Produk perikanan, rumput laut, hasil pertanian, produk UMKM, serta berbagai komoditas unggulan Nunukan harus memiliki akses yang lebih cepat dan efisien menuju pusat-pusat pasar.

Menurut Mudrajad, kondisi geografis Nunukan yang berada di kawasan perbatasan juga menghadirkan sebuah paradoks. Secara geografis, masyarakat Nunukan memiliki kedekatan dengan Tawau, Malaysia. Namun, dari sisi konektivitas nasional, akses menuju pusat-pusat ekonomi di Indonesia masih perlu terus diperkuat.

Karena itu, konektivitas udara menjadi penting untuk memastikan masyarakat dan pelaku usaha Nunukan tidak hanya terhubung dengan kawasan ekonomi di negara tetangga, tetapi juga semakin terintegrasi dengan jaringan ekonomi nasional.

“Jangan sampai masyarakat Nunukan lebih mudah terhubung ke Tawau daripada ke pusat-pusat ekonomi di Indonesia. Penerbangan ATR 72 bisa menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi paradoks tersebut,” katanya.

Bukan Sekadar Membuka Rute
Penerbangan ATR 72, lanjut Mudrajad, sebaiknya dipandang sebagai jembatan menuju Nunukan yang lebih terkoneksi, kompetitif, dan sejahtera. Keberhasilan rute penerbangan tidak cukup hanya diukur dari jumlah penumpang, tetapi juga dari dampak ekonomi yang ditimbulkannya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan perlu membangun economic ecosystem atau ekosistem ekonomi yang mampu memanfaatkan konektivitas tersebut.
Ekosistem itu mencakup perdagangan, pariwisata, investasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), logistik, perikanan, rumput laut, pertanian, hingga pengembangan kawasan pedalaman dan perbatasan.

“ATR 72 bukan tujuan akhir, tetapi harus menjadi jembatan menuju Nunukan yang lebih terkoneksi, kompetitif, dan sejahtera,” jelasnya.

Ia menilai konektivitas udara juga harus terintegrasi dengan potensi ekonomi di wilayah pedalaman, termasuk Krayan. Dengan demikian, penerbangan tidak hanya berorientasi pada mobilitas masyarakat perkotaan, tetapi juga menjadi penghubung antara sentra produksi di daerah pedalaman dengan pasar yang lebih luas.

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena Pemkab Nunukan telah menjalankan subsidi penerbangan untuk rute menuju Long Bawan dan Binuang. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas udara di Nunukan bukan semata-mata kebutuhan komersial, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dan pemerataan pembangunan.

Ke depan, konektivitas tersebut perlu diikuti dengan penguatan pusat-pusat produksi, peningkatan kualitas produk, kepastian investasi, promosi pariwisata, serta sistem logistik yang efisien.
Jika seluruh komponen tersebut dapat berjalan secara bersamaan, penerbangan ATR 72 berpotensi menjadi lebih dari sekadar rute penerbangan baru.

Kehadirannya dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat posisi Nunukan sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia di kawasan perbatasan.
Bagi Nunukan, tantangannya bukan hanya bagaimana menghadirkan pesawat, melainkan bagaimana memastikan setiap penerbangan membawa nilai tambah bagi daerah. Pesawat harus membawa orang, modal, pengetahuan, wisatawan, dan pasar masuk ke Nunukan, sekaligus membawa produk-produk unggulan daerah menuju pasar nasional dan global.

Dengan perspektif tersebut, konektivitas udara menjadi bagian dari strategi besar mengubah posisi geografis Nunukan dari border area menjadi economic gateway kawasan perbatasan yang tidak hanya menjadi halaman depan negara, tetapi juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.