NUNUKAN – Sebanyak 40 jamaah umrah asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), kembali diberangkatkan PT Annur Kaltara Arafah menuju Tanah Suci, Senin (20/7/2026).
Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari komitmen biro perjalanan haji dan umrah tersebut dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nunukan yang ingin melaksanakan ibadah umrah.
Komisaris PT Annur Kaltara Arafah, H Nur Rahmat mengatakan, seluruh jamaah yang diberangkatkan dalam kondisi sehat. Sebelum perjalanan dimulai, para jamaah juga telah mendapatkan pembekalan mengenai rangkaian perjalanan dan pelaksanaan ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Jamaah sebelum berangkat sudah kami berikan arahan dan bimbingan singkat terkait rute perjalanan dan rangkaian kegiatan ibadah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Indonesia,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pendampingan menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan ibadah umrah. Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah pendamping yang akan membantu dan mengarahkan jamaah selama menjalani seluruh rangkaian perjalanan.
Rahmat juga mengingatkan para jamaah untuk selalu mengikuti arahan pendamping, menjaga kondisi kesehatan, serta mempertahankan kekompakan selama berada di negara lain.
Selain itu, jamaah diharapkan turut menjaga nama baik Indonesia dan Kabupaten Nunukan selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
“Kami meminta seluruh jamaah untuk memperhatikan setiap arahan dan bimbingan dari pendamping, menjaga kesehatan dan kekompakan, serta menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Nunukan,” katanya.
PT Annur Kaltara Arafah juga memperhatikan aspek kenyamanan dan kemudahan akses menuju lokasi ibadah.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pemilihan hotel yang berada tidak jauh dari Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah.
Rahmat menjelaskan, lokasi penginapan yang strategis diharapkan dapat memudahkan jamaah dalam melaksanakan ibadah sekaligus mengoptimalkan waktu selama berada di Tanah Suci.
“Lokasi hotel jamaah masih berada di sekitar area Masjid Nabawi dan Masjidil Haram sehingga mereka lebih mudah melaksanakan salat,” jelasnya.
Dengan jarak penginapan yang relatif dekat, jamaah juga dapat melakukan mobilisasi dengan lebih cepat. Kondisi tersebut dinilai penting, khususnya bagi jamaah yang membutuhkan kemudahan akses dalam menjalankan aktivitas ibadah.
“Suara azan masjid terdengar jelas dari lokasi hotel kami. Dengan begitu, jamaah dapat lebih cepat menuju masjid dan memiliki kesempatan untuk beribadah setiap saat,” tuturnya.
Perjalanan 40 jamaah umrah tersebut dimulai dari Kabupaten Nunukan. Para jamaah terlebih dahulu bertolak dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menggunakan kapal cepat menuju Pelabuhan Tawau, Sabah, Malaysia.
Dari Tawau, perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur. Setibanya di ibu kota Malaysia tersebut, jamaah dijadwalkan menginap selama satu malam sekaligus mengikuti kegiatan tur kota yang didampingi oleh tim PT Annur Kaltara Arafah.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan udara menuju Bandar Udara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi.
Rahmat mengatakan, penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Jeddah menggunakan maskapai Emirates dengan transit selama sekitar dua jam di Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab.
“Dari Kuala Lumpur menuju Jeddah, jamaah transit selama dua jam di Bandara Internasional Dubai dengan menggunakan pesawat Emirates,” jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian ibadah umrah dan kegiatan ziarah di Tanah Suci selesai, jamaah dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui rute penerbangan dari Jeddah menuju Kuala Lumpur.
Perjalanan selama kurang lebih 15 hari tersebut dijadwalkan berakhir pada 3 Agustus 2026. Rombongan akan kembali tiba di Kabupaten Nunukan melalui Pelabuhan Tunon Taka.
Rahmat menegaskan, pihaknya berupaya memberikan fasilitas dan sarana terbaik bagi para jamaah, tidak hanya dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga selama mengikuti rangkaian perjalanan dan kunjungan ke sejumlah lokasi ziarah.
“Kami menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana terbaik untuk memaksimalkan seluruh rangkaian kegiatan umrah, termasuk perjalanan menuju lokasi-lokasi ziarah,” pungkasnya.









