Otorita IKN Dorong Transformasi Nunukan Menuju New Economic Hub Kawasan Perbatasan

oleh -26 views

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan Kalimantan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan dengan tema “Transformasi Nunukan Menuju New Economic Hub”.

Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara, Thomas Umbu Pati TB, memaparkan konsep pembangunan IKN sebagai superhub ekonomi nasional yang terintegrasi dengan daerah mitra dan kawasan perbatasan di Kalimantan.

Thomas menjelaskan, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi strategi pemerataan ekonomi nasional melalui penguatan konektivitas antarwilayah, termasuk kawasan perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.

“Nunukan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di beranda terdepan Indonesia dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Ini menjadi modal besar untuk bertransformasi sebagai new economic hub di kawasan utara Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Thomas, Nunukan memiliki potensi besar pada sektor perdagangan lintas batas, logistik, perikanan, pertanian, energi, hingga pariwisata berbasis kawasan perbatasan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi IKN.

Ia menyebut konsep daerah mitra IKN yang saat ini tengah dikembangkan Otorita IKN membuka peluang besar bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk terhubung dalam rantai pertumbuhan ekonomi baru. Melalui konsep tersebut, kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai wilayah belakang, melainkan sebagai pintu gerbang ekonomi nasional.

“Paradigma pembangunan sekarang berubah. Kawasan perbatasan harus menjadi halaman depan negara yang maju, produktif dan kompetitif,” katanya.

Thomas juga menekankan bahwa transformasi Nunukan menuju pusat ekonomi baru membutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan aparat keamanan.

Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur konektivitas, pengembangan kawasan industri hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor logistik dan perdagangan internasional.

Selain itu, Nunukan dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan sejumlah klaster ekonomi strategis yang sejalan dengan konsep pembangunan daerah mitra IKN, seperti industri berbasis pertanian berkelanjutan, energi rendah karbon, ekowisata, hingga pusat logistik kawasan perbatasan.

Thomas mengatakan, keberadaan IKN harus menjadi momentum bagi daerah perbatasan untuk mempercepat transformasi ekonomi dan meningkatkan daya saing wilayah.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di IKN, tetapi juga menyebar dan memberi dampak langsung bagi daerah-daerah mitra, termasuk Nunukan,” tegasnya.

Melalui Rakor Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan tersebut, pemerintah diharapkan mampu merumuskan langkah konkret dalam memperkuat posisi Kabupaten Nunukan sebagai simpul ekonomi baru di wilayah utara Kalimantan sekaligus memperkuat kedaulatan negara di kawasan perbatasan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.