Rakor Perbatasan Bernuansa Festival Kuliner, UMKM Lokal Diserbu Peserta

oleh -45 views

NUNUKAN – Suasana berbeda terlihat usai pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/5/2026).

Setelah mengikuti pemaparan materi dari para narasumber, ratusan peserta rakor diarahkan menuju area parkir Kantor Bupati Nunukan yang telah disulap menjadi pusat kuliner dan stan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Sejumlah stan makanan dan minuman tampak dipadati peserta. Beragam kuliner khas disajikan, mulai dari sate, soto, nasi bakar hingga aneka jajanan tradisional dan minuman segar.

Setiap peserta rakor juga menerima voucher belanja makan dan minum yang dapat digunakan langsung di seluruh stan UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan rakor merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pemerintahan tidak hanya berfokus pada agenda formal dan diskusi pembangunan, tetapi juga diupayakan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kegiatan rakor ini tidak hanya menjadi forum diskusi pembangunan kawasan perbatasan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan,” ujar Robby.

Ia menjelaskan, konsep menghadirkan pusat kuliner UMKM di area kegiatan sengaja dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih santai, hangat dan membangun interaksi antar peserta rakor.

Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata BPPD Nunukan terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

“UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Karena itu, kami ingin setiap kegiatan pemerintah sebisa mungkin turut melibatkan pelaku usaha lokal,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sejak stan kuliner mulai dibuka. Area parkir Kantor Bupati Nunukan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi ruang interaksi yang ramai dengan aktivitas jual beli dan perbincangan santai antar peserta.

Salah satu pelaku UMKM, Hj Dinar Arafah, mengaku memperoleh keuntungan cukup besar dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah dagangan kami habis terjual. Dari kegiatan ini kami bisa membawa pulang keuntungan jutaan rupiah. Semoga kegiatan pemerintah ke depan terus melibatkan UMKM lokal seperti yang dilakukan oleh BPPD Nunukan,” ujarnya.

Robby berharap konsep serupa dapat terus diterapkan dalam berbagai agenda pemerintahan di Nunukan sehingga manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan peserta forum, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

“Ini bagian dari semangat membangun kawasan perbatasan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.