Robby Nahak Serang: Membangun Perbatasan Berarti Membangun Masa Depan Indonesia dari Beranda Terdepan

oleh -36 views
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang (Foto: BPPD Nunukan)

NUNUKAN – Pembangunan kawasan perbatasan tidak lagi dapat dipandang sebatas upaya menghadirkan infrastruktur fisik atau memperkuat garis batas negara. Lebih dari itu, pembangunan perbatasan merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pandangan tersebut menjadi benang merah dalam pemetaan potensi Kecamatan Sei Menggaris yang disusun Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan. Dokumen tersebut menggambarkan bahwa Sei Menggaris memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan yang menyimpan potensi besar di sektor perkebunan, ekonomi lintas batas, pengembangan kawasan strategis, serta peluang investasi yang memerlukan dukungan pembangunan secara terpadu.

Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, menegaskan bahwa paradigma pembangunan kawasan perbatasan saat ini telah berubah. Wilayah yang dahulu identik dengan keterisolasian kini harus menjadi wajah terdepan Indonesia yang mencerminkan kemajuan, pemerataan pembangunan, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Perbatasan bukan lagi halaman belakang negara. Perbatasan adalah beranda depan Indonesia. Karena itu, pembangunan yang dilakukan harus mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperlihatkan bahwa negara hadir hingga ke wilayah paling utara Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Menurut Robby, seluruh potensi yang dimiliki Sei Menggaris harus dikelola secara terpadu. Keunggulan letak geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia, potensi perkebunan kelapa sawit, peluang perdagangan lintas batas, serta rencana pengembangan kawasan strategis hanya akan memberikan manfaat apabila didukung oleh infrastruktur, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik.

“Kita memiliki modal yang sangat besar. Namun, potensi tidak akan berkembang apabila tidak didukung oleh perencanaan yang matang, sinergi antarlembaga, dan keberpihakan terhadap masyarakat yang menjadi pelaku utama pembangunan,” katanya.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat terus memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan melalui berbagai program strategis nasional. Menurut Robby, perhatian tersebut harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik wilayah.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap program yang masuk benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus didasarkan pada data, kondisi lapangan, dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah,” jelasnya.

Ia menilai pembangunan kawasan perbatasan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, perlindungan lingkungan, pelayanan dasar, serta penguatan keamanan wilayah harus berjalan secara beriringan agar menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan kawasan perbatasan harus dilihat sebagai satu kesatuan. Ketika kita membangun jalan, kita juga harus memikirkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, listrik, kesempatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan. Semua itu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.

Robby juga menekankan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat perbatasan sehingga mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat. Ketika pendapatan meningkat, pelayanan publik semakin baik, kesempatan kerja bertambah, dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik, itulah keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional karena menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia di Pulau Kalimantan. Oleh sebab itu, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya menjadi kepentingan daerah, tetapi juga bagian dari agenda strategis nasional.

“Setiap langkah pembangunan di kawasan perbatasan sesungguhnya merupakan bagian dari upaya memperkuat Indonesia. Ketika masyarakat perbatasan semakin sejahtera, aktivitas ekonomi berkembang, dan pelayanan publik meningkat, maka kehadiran negara akan semakin nyata dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

BPPD Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, serta seluruh perangkat daerah agar arah pembangunan kawasan perbatasan berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami percaya pembangunan kawasan perbatasan memerlukan kerja bersama. Tidak ada satu lembaga yang dapat bekerja sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi besar yang dimiliki Sei Menggaris dapat diwujudkan menjadi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kawasan perbatasan,” tutur Robby.

Sebagai kawasan yang berada di garis depan negara, Sei Menggaris memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara. Potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan yang terencana, pemerataan pelayanan dasar, penguatan konektivitas, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui pemetaan potensi yang telah disusun, BPPD Kabupaten Nunukan berharap arah pembangunan Sei Menggaris tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi pijakan bersama dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang maju, mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi beranda terdepan Indonesia yang membanggakan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.