BPPD Nunukan Dorong Sei Menggaris Menjadi Gerbang Internasional Baru di Perbatasan RI–Malaysia

oleh -16 views
Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang saat mengunjungi wilayah perbatasan di Sei Manggaris (Foto: BPPD Nunukan)

NUNUKAN – Kecamatan Sei Menggaris dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan Indonesia. Berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia, wilayah ini tidak hanya menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus gerbang internasional di wilayah utara Kalimantan.

Potensi tersebut mengemuka dalam pemaparan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan mengenai arah pengembangan kawasan Sei Menggaris. Berbagai regulasi nasional menempatkan wilayah tersebut sebagai bagian penting dalam pembangunan kawasan perbatasan, mulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan, hingga kebijakan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia yang menetapkan Sei Menggaris sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan penetapan Sei Menggaris sebagai kawasan strategis bukan sekadar kebijakan tata ruang, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan negara sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan.

“Sei Menggaris memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Oleh sebab itu, pengembangannya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat pertahanan negara, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka akses perdagangan internasional yang lebih luas,” ujar Robby.

Menurutnya, selama ini kawasan perbatasan identik dengan keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar. Namun, paradigma pembangunan telah berubah. Pemerintah kini menempatkan kawasan perbatasan sebagai halaman depan Indonesia yang harus berkembang setara dengan wilayah lain.

“Perbatasan tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran. Justru dari kawasan inilah wajah Indonesia dilihat oleh negara tetangga. Karena itu, pembangunan harus diarahkan agar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung melalui peningkatan ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik,” katanya.

Robby menjelaskan bahwa secara geografis Sei Menggaris memiliki berbagai keunggulan yang sulit dimiliki daerah lain. Selain berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, wilayah ini juga memiliki akses menuju pusat-pusat ekonomi di Kabupaten Nunukan serta didukung oleh potensi perkebunan, pertanian, dan sumber daya alam yang cukup besar. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung konektivitas kawasan, baik melalui peningkatan jaringan jalan, pengembangan pusat pelayanan, maupun penyediaan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ketika konektivitas semakin baik, maka distribusi hasil produksi masyarakat akan semakin mudah. Dampaknya bukan hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Robby menilai pengembangan Sei Menggaris harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program pembangunan saling mendukung dan mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Sei Menggaris sebagai PKSN juga membuka peluang investasi yang lebih luas, terutama pada sektor industri berbasis perkebunan, perdagangan lintas batas, jasa logistik, dan pengembangan kawasan permukiman.

“Potensi yang dimiliki Sei Menggaris sangat besar. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mengelola potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa mengabaikan aspek lingkungan, sosial, maupun keamanan kawasan perbatasan,” jelasnya.

Robby berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan perbatasan terus diperkuat melalui dukungan program strategis nasional, sehingga pengembangan Sei Menggaris dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi.

“Pembangunan kawasan perbatasan merupakan investasi jangka panjang bagi negara. Ketika kawasan perbatasan maju, masyarakat sejahtera, dan aktivitas ekonomi tumbuh, maka secara bersamaan kita juga sedang memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional,” tegasnya.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki serta dukungan kebijakan pemerintah, Kecamatan Sei Menggaris dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai gerbang internasional baru di Kalimantan Utara. Keberhasilan pembangunan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Nunukan. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.