Paras Fest 2026 Dongkrak Ekonomi Nunukan, Omzet UMKM Tumbuh 33,7 Persen

oleh -23 views
Penampilan NIDJI di penutupan Paras Fest 2026 (Foto: Prokopim Nunukan)

NUNUKAN – Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Nunukan. Selama festival berlangsung, omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mengalami peningkatan hingga 33,7 persen dibandingkan kondisi normal.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat menutup rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 di Ruang Terbuka Paras (RTP), Rabu (14/10/2026) malam.

Penutupan festival yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan itu berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan RTP untuk menyaksikan penampilan grup band Nidji yang menjadi hiburan utama pada malam penutupan.

Festival yang berlangsung sejak 2 Oktober 2026 tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya, hiburan, serta kegiatan ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, perangkat daerah, petugas keamanan, sponsor, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Paras Fest merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong berbagai pihak sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung meriah, aman, dan lancar.

Namun, perhatian utama dalam pelaksanaan festival tahun ini tidak hanya tertuju pada kemeriahan acara. Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, juga menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, perputaran ekonomi selama Paras Fest 2026 tercatat mencapai Rp12,604 miliar. Angka tersebut mencakup aktivitas ekonomi di luar kawasan Paras Perbatasan serta belanja APBD yang kembali beredar di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan mencatat omzet UMKM yang berjualan di dalam kawasan Paras Perbatasan mencapai Rp1,667 miliar selama festival berlangsung.

Irwan menjelaskan, hasil pengumpulan data tersebut memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival. Bahkan, omzet agregat pelaku usaha yang menjadi sampel pengamatan BPS meningkat dari Rp3,108 miliar dalam kondisi normal menjadi Rp4,157 miliar selama Paras Fest.

Dengan demikian, terdapat tambahan perputaran uang sekitar Rp1,054 miliar pada usaha masyarakat, terutama warung-warung yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

“Pada kondisi normal, omzet agregat sampel berada pada angka Rp3,108 miliar. Selama Paras Fest, naik menjadi Rp4,157 miliar. Ada tambahan sekitar Rp1,054 miliar uang yang berputar di warung-warung selama pelaksanaan Paras Fest,” ungkapnya.

Dari hasil pengamatan tersebut, sebanyak 73,8 persen pelaku usaha tercatat mengalami peningkatan omzet. Bupati menilai capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kebudayaan dan hiburan dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung apabila melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Ia berharap dampak positif tersebut tidak berhenti setelah festival berakhir. Masyarakat diajak mempertahankan semangat kebersamaan dengan terus mendukung produk lokal, menggunakan jasa pelaku usaha daerah, serta mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Nunukan.

Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, ditegaskan bahwa Paras Fest bukan sekadar agenda hiburan tahunan.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dalam memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

Antusiasme masyarakat selama festival dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah.

Masyarakat pun diajak semakin mencintai dan menggunakan produk lokal, mendukung UMKM, serta mengembangkan kuliner dan potensi pariwisata sebagai bagian dari kekuatan ekonomi Kabupaten Nunukan.

Berakhirnya Paras Fest 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan pertunjukan seni dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing produk lokal di Kabupaten Nunukan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.