Peningkatan Layanan Air Bersih dan Listrik Menjadi Prioritas Pembangunan Sei Menggaris

oleh -11 views

NUNUKAN – Ketersediaan sarana dan prasarana dasar menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kawasan perbatasan. Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan menilai peningkatan pelayanan air baku dan jaringan listrik di Kecamatan Sei Menggaris harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat menikmati pelayanan dasar yang lebih baik sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Dalam dokumen pemetaan potensi Kecamatan Sei Menggaris, BPPD mengidentifikasi bahwa pelayanan sarana dan prasarana dasar, khususnya air baku dan listrik, masih belum optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu pembangunan berkelanjutan yang perlu mendapatkan perhatian lintas sektor.

Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan pembangunan kawasan perbatasan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan investasi maupun pembangunan infrastruktur ekonomi. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan indikator penting dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang maju dan berdaya saing.

“Keberhasilan pembangunan perbatasan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Air bersih dan listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia secara memadai karena keduanya berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Robby.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Sei Menggaris yang berada di wilayah perbatasan menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan dasar. Sebaran permukiman yang berjauhan serta karakteristik wilayah memerlukan perencanaan pembangunan yang terintegrasi agar pelayanan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

“Kawasan perbatasan memiliki tantangan yang berbeda dengan wilayah perkotaan. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar harus dirancang sesuai karakteristik wilayah agar investasi pemerintah benar-benar efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Robby, ketersediaan air baku menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting, tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Sementara itu, jaringan listrik yang andal akan mendorong peningkatan produktivitas usaha serta memperluas peluang pengembangan industri di kawasan perbatasan.

“Ketika pelayanan dasar semakin baik, masyarakat akan lebih mudah mengembangkan usaha, pelayanan pendidikan dan kesehatan akan meningkat, serta investor juga akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya di kawasan perbatasan. Infrastruktur dasar menjadi fondasi bagi pembangunan sektor-sektor lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Robby menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana dasar harus dilaksanakan secara terpadu dengan program pembangunan nasional di kawasan perbatasan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan instansi teknis dinilai menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kami terus mendorong koordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan dapat menjadi perhatian bersama. Pembangunan pelayanan dasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi merupakan bagian dari upaya negara dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terdepan,” tegasnya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, peningkatan pelayanan air bersih dan listrik juga diyakini akan memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Akses yang lebih baik terhadap pelayanan dasar akan mendukung proses belajar mengajar, meningkatkan layanan kesehatan, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan produktif.

Robby menambahkan bahwa arah pembangunan Sei Menggaris harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memperkuat konektivitas, mendorong investasi, dan mengembangkan sektor unggulan, pemerintah juga harus memastikan bahwa masyarakat memperoleh pelayanan publik yang layak.

“Kami ingin pembangunan di Sei Menggaris benar-benar berorientasi pada masyarakat. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, masyarakat akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya. Inilah esensi pembangunan kawasan perbatasan yang terus kami dorong,” ujarnya.

BPPD Kabupaten Nunukan berharap berbagai isu yang telah diidentifikasi dalam pemetaan potensi kawasan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, peningkatan pelayanan air baku dan listrik di Sei Menggaris diharapkan dapat dipercepat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui penguatan sarana dan prasarana dasar, Pemerintah Kabupaten Nunukan optimistis Sei Menggaris akan berkembang sebagai kawasan perbatasan yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi juga mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.